Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

BBM Subsidi Kapal Sungai Samarinda– Mahakam Ulu Dipastikan Aman, Ini Penjelasan Pertamina

Muhamad Yamin • 2026-01-27 12:00:41
Kapal yang menuju hulu Mahakam.
Kapal yang menuju hulu Mahakam.

PROKAL.CO, SAMARINDA – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menegaskan kesiapan menyalurkan BBM bersubsidi kepada pengguna yang berhak, termasuk kapal transportasi sungai di Kalimantan Timur, sepanjang seluruh ketentuan dan regulasi pemerintah dipenuhi.

Penegasan ini disampaikan menindaklanjuti aspirasi masyarakat terkait kebutuhan BBM bersubsidi bagi kapal transportasi sungai pada rute Samarinda–Melak–Mahakam Ulu. Pertamina memastikan pasokan BBM bersubsidi di wilayah Samarinda dan sekitarnya dalam kondisi aman dan mencukupi, dengan penyaluran yang tetap mengedepankan aspek legalitas serta mekanisme sesuai regulasi.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan distribusi BBM bersubsidi merupakan penugasan pemerintah yang pelaksanaannya diawasi oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).

“Pertamina siap menyalurkan BBM bersubsidi bagi kapal transportasi sungai selama seluruh persyaratan administrasi dan ketentuan pemerintah terpenuhi. Stok BBM kami pastikan tersedia, namun penyalurannya wajib menggunakan surat rekomendasi sesuai ketentuan BPH Migas agar subsidi tepat sasaran,” ujar Edi, Senin (26/1/2026).

Edi menjelaskan, saat ini Pertamina bersama pemangku kepentingan terkait tengah berkoordinasi untuk menyelaraskan persyaratan administratif, khususnya bagi kapal bermesin pendam. Penyesuaian ini diperlukan agar penyaluran BBM subsidi sejalan dengan regulasi pemerintah pusat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Saat ini, kapal transportasi sungai pada rute Samarinda–Melak, Kabupaten Kutai Barat–Kabupaten Mahakam Ulu, mayoritas menggunakan mesin pendam (bukan mesin tempel), sehingga diwajibkan terdaftar melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Kami memahami angkutan sungai memiliki peran vital bagi mobilitas masyarakat. Jika surat rekomendasi telah diterbitkan kembali oleh instansi berwenang, lembaga penyalur resmi Pertamina siap segera menyalurkan BBM subsidi sesuai kuota dan ketentuan yang berlaku,” tambahnya.

Dalam masa transisi ini, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan juga mendukung sinergi antara Pemerintah Kota Samarinda dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk berkoordinasi dengan BPH Migas guna mencari solusi administratif yang tepat demi keberlangsungan layanan angkutan sungai.

“Sinergi lintas sektor sangat dibutuhkan agar pelayanan BBM bagi kapal transportasi dapat berjalan optimal. Kami terus berkoordinasi agar proses administrasi segera tuntas dan penyaluran BBM bersubsidi dapat kembali berjalan normal,” tutup Edi. (*)

Editor : Indra Zakaria