Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Nadi Transportasi Wilayah 3T Kembali Berdenyut, Bandara APT Pranoto Aktifkan Enam Rute Perintis, Ini Fasilitas dan Cara Beli Tiketnya

Redaksi Prokal • 2026-01-27 12:46:01
Bandara APT Pranoto.
Bandara APT Pranoto.

SAMARINDA – Akses udara menuju wilayah pedalaman dan perbatasan di Kalimantan Timur kembali mendapatkan angin segar. Mulai Senin, 26 Januari 2026, Bandara APT Pranoto Samarinda secara resmi mengoperasikan kembali enam rute penerbangan perintis. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersama UPBU Kelas I APT Pranoto untuk menjamin mobilitas masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) tetap terjaga di tengah keterbatasan jalur darat.

Kepala UPBU Kelas I APT Pranoto, I Kadek Yuli Sastrawan, menjelaskan bahwa pengaktifan kembali rute-rute ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat untuk memberikan pelayanan transportasi dasar bagi daerah yang sulit dijangkau. Penetapan rute tersebut tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan melalui usulan pemerintah daerah yang telah diverifikasi berdasarkan kesiapan infrastruktur serta kondisi riil kebutuhan warga di lapangan. Fokus utamanya adalah memastikan konektivitas masyarakat tetap berjalan lancar tanpa terputus.

Adapun rute-rute yang kini kembali melayani warga meliputi jalur Samarinda menuju Datah Dawai, Muara Wahau, Maratua, dan Long Apung. Selain jalur utama dari ibu kota provinsi, tersedia pula rute penghubung seperti Maratua–Berau serta Datah Dawai–Melak yang dirancang untuk memperpendek jarak tempuh antarwilayah. Kehadiran pola konektivitas yang saling terhubung ini diharapkan dapat memangkas waktu perjalanan yang biasanya memakan waktu lama jika ditempuh melalui jalur darat atau sungai.

Mengenai jadwal keberangkatan, frekuensi penerbangan telah disesuaikan dengan tingkat permintaan di masing-masing daerah. Untuk wilayah dengan mobilitas tinggi seperti rute Samarinda–Long Apung dan Samarinda–Datah Dawai, pesawat akan melayani hingga empat kali dalam sepekan. Sementara untuk rute lainnya seperti Maratua–Berau, layanan tersedia satu kali sepekan. Skema ini diterapkan guna menjaga efisiensi operasional sambil tetap memprioritaskan fungsi sosial pelayanan udara bagi masyarakat pedalaman Kalimantan Timur. (*)

Editor : Indra Zakaria