Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Imbas Pembatasan Jembatan Mahulu, Antrean Kendaraan Mengular di Jembatan Mahakam

Redaksi Prokal • 2026-01-30 09:52:30
Deretan truk bertonase besar mengantre di depan jembatan mahakam bersama kendaraan umum lainnya.
Deretan truk bertonase besar mengantre di depan jembatan mahakam bersama kendaraan umum lainnya.

 

SAMARINDA – Kebijakan pembatasan kendaraan bertonase besar di Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) memicu dampak signifikan pada arus lalu lintas di kawasan Jembatan Mahakam Kembar. Pada Kamis (29/1/2026) malam, antrean panjang kendaraan logistik terlihat mengular dari arah Jalan APT Pranoto, Samarinda Seberang, hingga mencapai area SMP 36 di Jalan KH Harun Nafsi, Rapak Dalam. Kondisi ini memaksa petugas menerapkan rekayasa sistem buka-tutup guna mengurai kepadatan yang mulai menumpuk sejak siang hari.

Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim, Heru Santosa, menjelaskan bahwa pihaknya memanfaatkan hari pertama ini untuk mempelajari langsung pola pergerakan kendaraan di lapangan. Saat ini, sistem buka-tutup diberlakukan dengan durasi sepuluh menit sekali. Durasi tersebut dianggap paling ideal mengingat jarak lintasan jembatan yang mencapai sekitar 1,3 kilometer, sehingga membutuhkan waktu tempuh yang cukup bagi kendaraan untuk berpindah sisi.

Meski demikian, durasi tersebut bersifat dinamis dan akan terus disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan. Jika antrean mulai berkurang, waktu buka-tutup bisa diperpendek. Heru juga mengakui bahwa pada pembukaan jalur awal pukul 22.00 WITA sempat terjadi kerumitan, di mana beberapa kendaraan "kebablasan" hingga ke mulut jembatan karena sudah mengantre terlalu dekat sejak siang hari. Hal ini mengharuskan petugas melakukan pengaturan ulang dan meminta beberapa kendaraan putar balik melalui Jalan Bung Tomo sebagai bahan evaluasi.

Sebagai langkah perbaikan, Dishub Kaltim bersama kepolisian akan memperkuat sosialisasi serta menambah personel di titik-titik rawan macet. Heru juga memberikan teguran keras kepada para sopir kendaraan besar agar tidak mengantre terlalu dini di sekitar mulut jembatan. Menurutnya, tindakan menunggu sejak siang hari justru memperparah kemacetan dan mengganggu kenyamanan pengguna jalan lainnya. Ia menyarankan para sopir untuk bergerak ke lokasi mendekati waktu operasional jembatan dibuka.

Menanggapi berbagai keluhan masyarakat, pihak Dishub menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Pihaknya juga membuka ruang diskresi bagi kendaraan yang membawa komoditas mendesak yang tidak bisa ditunda penyeberangannya. Selain itu, koordinasi dengan Dinas PUPR akan ditingkatkan, terutama terkait rencana penambahan lampu penerangan di sekitar portal pembatas agar lebih terlihat jelas oleh para sopir di malam hari.

Hingga saat ini, durasi rekayasa lalu lintas ini masih bergantung pada kebijakan penutupan Jembatan Mahulu yang berada di bawah kewenangan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional. Evaluasi harian akan terus dilakukan untuk memastikan arus distribusi logistik tetap berjalan meskipun terdapat pembatasan akses struktur jembatan.(*)

Editor : Indra Zakaria