Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Imbas Rekayasa Jembatan Mahakam IV, Jalur Ir Sutami Terkepung Parkir Liar Truk Kontainer

Redaksi Prokal • 2026-01-30 12:20:00
MENGGANGGU. Antrean truk dan trailer di Jalan Ir Sutami, yang menyebabkan lalu lintas terganggu. (OKE/SAPOS)
MENGGANGGU. Antrean truk dan trailer di Jalan Ir Sutami, yang menyebabkan lalu lintas terganggu. (OKE/SAPOS)

 

SAMARINDA – Kebijakan pengalihan arus kendaraan bertonase besar ke Jembatan Mahakam IV mulai memicu persoalan baru di ruang publik. Pada Kamis (29/1/2026), badan Jalan Ir Sutami di Kelurahan Karang Asam Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang, mendadak berubah menjadi area parkir raksasa bagi truk dan trailer bermuatan kontainer. Deretan kendaraan berat yang terparkir di bahu jalan ini mulai dikeluhkan karena mengganggu kelancaran lalu lintas dan membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya.

Pemandangan paling mencolok terlihat tepat di depan SMP Negeri 10 Samarinda. Keberadaan truk-truk berukuran besar tersebut sangat menyulitkan mobilitas warga, terutama para orang tua siswa yang hendak menjemput anak-anak mereka saat jam pulang sekolah. Area yang seharusnya steril untuk kelancaran akses pendidikan kini justru dipadati besi-besi tua bermuatan berat, menciptakan titik sumbatan yang cukup parah di kawasan tersebut.

Padahal, di sepanjang ruas jalan tersebut telah terpasang rambu larangan parkir yang cukup jelas. Namun, hingga siang hari, belum tampak adanya upaya penertiban maupun tindakan tegas dari instansi terkait terhadap para sopir yang membandel. Kondisi ini memicu kekecewaan warga sekitar yang merasa aturan lalu lintas seolah tumpul di hadapan kendaraan-kendaraan besar tersebut.

Arif Suharjo, salah seorang orang tua siswa, mengungkapkan keresahannya atas situasi yang terus berulang ini. Ia menyebutkan bahwa pelanggaran parkir di Jalan Ir Sutami seolah sudah menjadi pemandangan biasa karena minimnya pengawasan. Keberadaan truk yang parkir sembarangan tidak hanya memakan badan jalan, tetapi juga menghalangi jarak pandang pengendara lain, yang sangat berisiko memicu kecelakaan lalu lintas.

Warga berharap pihak berwenang segera mengambil tindakan nyata, baik melalui penertiban rutin maupun penataan jalur antrean truk agar tidak mengorbankan fasilitas umum. Penertiban ini dinilai mendesak agar rekayasa lalu lintas pasca pembatasan Jembatan Mahakam Ulu tidak justru menciptakan kesemrawutan baru di jalur-jalur alternatif di dalam kota Samarinda.

Editor : Indra Zakaria