SAMARINDA – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Kota Samarinda tahun 2026 dipastikan tidak akan mengalami perubahan signifikan. Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menyatakan bahwa mekanisme pendaftaran masih akan mengacu pada pola tahun sebelumnya, dengan fokus utama pada pemantapan sistem pendaftaran daring.
Kepala Disdikbud Kota Samarinda, Asli Nuryadin, mengungkapkan bahwa berdasarkan evaluasi dan informasi dari pemerintah pusat, empat jalur utama yakni zonasi, afirmasi, prestasi, serta perpindahan tugas orang tua tetap menjadi acuan. Meski masih menunggu petunjuk teknis (juknis) mendetail, ia optimis proses adaptasi di tingkat sekolah akan lebih mudah karena model yang digunakan sudah familiar.
"Sepertinya tidak ada perubahan. Informasi yang kami terima sejauh ini tetap seperti tahun lalu. Kami akan mulai melakukan sosialisasi intensif kepada kepala sekolah sekitar satu atau dua bulan sebelum pembukaan pada Juni mendatang," ujar Asli. Salah satu poin krusial dalam persiapan tahun ini adalah peningkatan kualitas aplikasi pendaftaran Simawar. Belajar dari kendala teknis pada tahun-tahun sebelumnya, Disdikbud kini berkolaborasi erat dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) untuk meninjau ulang infrastruktur digital mereka.
Menariknya, Pemkot Samarinda berencana memanfaatkan kerja sama dengan Amazon Web Services (AWS) untuk memperkuat stabilitas sistem. Dengan menempatkan aplikasi pendaftaran di server tersebut, diharapkan pendaftaran daring dapat berjalan lebih lancar dan minim gangguan (down), meskipun diakses oleh ribuan orang secara bersamaan.
Kolaborasi lintas perangkat daerah ini menjadi prioritas agar kendala teknis yang sempat muncul di masa lalu dapat diminimalisir. Asli menilai, dukungan infrastruktur digital yang lebih mumpuni akan memberikan kenyamanan bagi orang tua wali murid saat melakukan pendaftaran dari rumah. Koordinasi teknis terus dimatangkan melalui rapat internal guna memastikan kesiapan seluruh instrumen pendukung sebelum memasuki periode puncak penerimaan siswa baru.(*)
Editor : Indra Zakaria