SAMARINDA — Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Samarinda dipastikan tetap berjalan selama bulan suci Ramadan melalui sejumlah penyesuaian strategis. Jika pada hari biasa para siswa menyantap makanan siap saji secara langsung di sekolah, kini pola distribusi diubah total agar paket makanan tersebut dapat dibawa pulang dan dinikmati saat waktu berbuka tiba.
Penyesuaian ini diambil oleh Badan Gizi Nasional (BGN) guna memastikan kebutuhan nutrisi harian siswa penerima manfaat tetap terpenuhi tanpa mengganggu kekhusyukan ibadah puasa. Koordinator Wilayah BGN Samarinda, Hariyono, menjelaskan bahwa selama bulan Ramadan, paket MBG tidak lagi disajikan menggunakan wadah ompreng seperti biasanya, melainkan dikemas dalam bentuk makanan kering yang lebih praktis dan tahan lama.
Komposisi paket makanan tersebut telah dirancang sedemikian rupa agar tetap memenuhi standar gizi seimbang yang ditetapkan pemerintah. Setiap paketnya mencakup roti sebagai sumber karbohidrat, protein hewani seperti telur rebus atau abon dari berbagai jenis daging, serta kacang-kacangan sebagai sumber protein nabati. Selain itu, paket juga dilengkapi dengan susu kemasan dan buah-buahan berkulit untuk melengkapi kebutuhan gizi mikro siswa.
Mengenai jadwal distribusi, paket dibagikan setiap hari sekolah mulai Senin hingga Jumat. Untuk jatah hari Sabtu, pihak penyelenggara menerapkan sistem rapel yang diberikan serentak pada hari Jumat, sehingga hak gizi siswa tetap diterima secara utuh dalam satu minggu. Proses penyerahan dilakukan di sekolah sesaat sebelum jam kepulangan siswa agar paket dapat langsung dibawa ke rumah masing-masing.
Hariyono menekankan bahwa meskipun bentuk penyajiannya berubah menjadi lebih sederhana, kualitas nutrisi di dalamnya tetap menjadi prioritas utama. Ia berharap paket gizi yang telah disesuaikan dengan kebutuhan harian anak ini dapat dikonsumsi dengan baik oleh para siswa saat berbuka puasa dan tidak ada makanan yang terbuang sia-sia. Hal ini diharapkan mampu menjaga kebugaran fisik siswa selama menjalankan ibadah di bulan suci. (*)
Editor : Indra Zakaria