PROKAL.CO, SAMARINDA – Hujan yang mengguyur sejak dini hari menyebabkan sedikitnya 19 titik genangan air di sejumlah wilayah Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), pada Sabtu (21/2/2026).
Berdasarkan pantauan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Samarinda, hujan mulai turun sekitar pukul 03.00 Wita dan hingga pagi hari masih berlangsung dalam intensitas gerimis.
“Sebanyak 19 titik genangan yang tersebar di wilayah Samarinda Utara, Samarinda Ulu, dan sebagian Samarinda Ilir,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Samarinda, Suwarso, kepada awak media.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD juga telah diterjunkan ke lapangan untuk memantau kondisi genangan di berbagai lokasi. Ketinggian air bervariasi antara 20 sentimeter hingga hampir satu meter.
Ia menyebutkan, genangan terdalam terpantau terjadi di Perumahan Rapak Binuang, Kelurahan Sempaja Selatan, dengan ketinggian air mencapai sekitar 100 sentimeter. Meski demikian, kondisi air di lokasi tersebut dilaporkan mulai berangsur surut.
“Dalam dua jam terakhir, penurunan debit air cukup signifikan,” katanya.
Berdasarkan data yang diterima dari BMKG, curah hujan di wilayah Samarinda mencapai sekitar 74 milimeter. Selain tingginya intensitas hujan, genangan juga dipengaruhi oleh aliran air dari wilayah AWS, Batu Cermin, dan Batu Besar yang bermuara ke kawasan Rapak Benuang.
Faktor lain yang turut berkontribusi adalah berkurangnya area resapan air akibat pembangunan di sekitar lokasi serta belum optimalnya fungsi drainase di Jalan PM Noor.
BPBD Samarinda saat ini tengah melakukan langkah mitigasi dan berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Dinas PUPR, untuk penanganan lanjutan di titik-titik rawan genangan.
"Kami (BPBD) coba melakukan mitigasi ya nanti akan komunikasi dengan PUPR untuk tindakan lanjutan beberapa titik yang ada kenangan air," tambahnya.
Dirinya pun mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintasi jalan yang tergenang, mengamankan peralatan listrik dengan menaikkan posisi soket, serta menyiapkan lokasi evakuasi yang aman apabila genangan kembali meningkat. (*)
Editor : Indra Zakaria