Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Maut Menjelang Subuh di Sengkotek: Polisi Buru Pikap Putih dan Motor Penabrak Lari Sang Muazin

Redaksi Prokal • 2026-02-27 07:00:00

TRAGEDI SUBUH. Potongan rekaman CCTV memperlihatkan tubuh Warsito usai ditabrak di kawasan Sengkotek, Sabtu (21/2/2026) lalu.
TRAGEDI SUBUH. Potongan rekaman CCTV memperlihatkan tubuh Warsito usai ditabrak di kawasan Sengkotek, Sabtu (21/2/2026) lalu.

 

PROKAL.CO, SAMARINDA– Kabut duka yang menyelimuti Jalan Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Sengkotek, belum usai seiring dengan pengejaran kepolisian terhadap pelaku tabrak lari yang menewaskan Warsito (71). Sosok muazin masjid yang dikenal taat tersebut mengembuskan napas terakhirnya dalam sebuah kecelakaan beruntun yang tragis pada Sabtu (21/2/2026) subuh, tepat saat ia hendak menunaikan tugas sucinya mengumandangkan azan.

Peristiwa memilukan ini bermula ketika korban mencoba menyeberang jalan menuju masjid sekitar pukul 04.42 Wita. Malang tak dapat ditolak, sebuah sepeda motor yang dikendarai seorang pedagang ikan menghantam tubuh lansia tersebut hingga tergeletak di aspal. Belum sempat mendapat pertolongan, tubuh Warsito yang sudah tak berdaya kembali dilindas oleh sepeda motor lain dan sebuah mobil pikap putih yang melintas kencang di jalur yang sama.

Kasatlantas Polresta Samarinda, Kompol La Ode Prasetyo, menegaskan bahwa pihaknya kini memfokuskan penyelidikan pada dua kendaraan terakhir yang diduga terlibat namun melarikan diri dari lokasi kejadian. “Untuk mobil pikap putih dan satu sepeda motor yang diduga ikut melindas korban, saat ini masih dalam proses pencarian. Informasi yang kami miliki masih sangat terbatas,” ujar La Ode pada Kamis (26/2/2026).

Meskipun rekaman CCTV di sekitar lokasi belum mampu menangkap nomor polisi kendaraan dengan jelas, kepolisian berkomitmen tidak akan menghentikan pencarian hingga semua pihak teridentifikasi. Ketegasan ini diambil karena tindakan meninggalkan korban tanpa pertolongan merupakan pelanggaran hukum serius. “Kami pastikan kasus ini ditangani secara serius. Semua pihak yang terlibat akan kami telusuri. Jika terbukti meninggalkan korban tanpa memberikan pertolongan, tentu ada konsekuensi hukum yang harus dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Hingga saat ini, baru pengendara motor pertama yang menabrak korban yang telah menyerahkan diri dan menjalani pemeriksaan intensif di Unit Laka Lantas Polresta Samarinda. Sebagai langkah persuasif, pihak kepolisian meminta sisa pelaku yang masih bersembunyi untuk menunjukkan itikad baik. “Yang pertama sudah datang sendiri dan saat ini masih kami periksa. Untuk yang lainnya, kami imbau agar bersikap kooperatif sebelum kami mengambil langkah hukum lebih lanjut,” pungkas La Ode. (*)

Editor : Indra Zakaria