PROKAL.CO, SAMARINDA — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke wilayah tersebut pada Januari 2026 mencapai 875 kunjungan.
Kepala BPS Kaltim, Mas’ud Rifai, mengatakan angka tersebut mengalami penurunan cukup tajam dibandingkan bulan sebelumnya. Jika dibandingkan dengan Desember 2025, jumlah kunjungan wisman turun sebesar 39,86%.
“Namun jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yakni Januari 2025, jumlah kunjungan wisman justru mengalami peningkatan signifikan sebesar 129,66%,” ujarnya dalam rilis statistik pariwisata beberapa hari lalu.
BPS mencatat wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Kaltim didominasi oleh wisatawan dari negara-negara kawasan Asia Tenggara. Wisatawan berkebangsaan Brunei Darussalam menjadi penyumbang terbesar dengan proporsi 52% dari total kunjungan.
Posisi berikutnya diisi wisatawan dari Malaysia dengan porsi 20,34%, disusul wisatawan dari Singapura sebesar 5,26%.
Sementara itu, pergerakan wisatawan nasional juga menunjukkan tren peningkatan. Jumlah perjalanan wisatawan nasional (wisnas) pada Januari 2026 tercatat mencapai 4.986 perjalanan.
Angka tersebut meningkat 55,42% dibandingkan Desember 2025. Secara tahunan, jumlah perjalanan wisnas juga naik 28,94% dibandingkan Januari 2025.
Di sisi lain, BPS mencatat jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) berdasarkan asal kabupaten/kota mencapai 1.438.619 perjalanan pada Januari 2026. Angka ini naik tipis 1% secara bulanan, tetapi turun 1,72% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Tiga daerah asal perjalanan wisnus terbesar berasal dari Samarinda dengan kontribusi 27,03%, diikuti Kutai Kartanegara sebesar 20,92%, serta Balikpapan sebanyak 19,27%.
Dari sisi tujuan perjalanan, jumlah kunjungan wisnus ke berbagai daerah di Kaltim mencapai 1.375.871 perjalanan. Jumlah ini turun 1,03% dibandingkan Desember 2025 dan turun 0,77% dibandingkan Januari 2025.
Adapun tiga tujuan utama perjalanan wisatawan nusantara di Kaltim pada Januari 2026 adalah Samarinda dengan porsi 24,68%, diikuti Balikpapan sebesar 21,81%, serta Kutai Kartanegara sebanyak 19,44%.
Selain itu, BPS juga mencatat perkembangan tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Kaltim pada Januari 2026 mencapai 51,87%. Angka ini turun 11,1 poin secara bulanan dan sedikit turun 0,18% dibandingkan Januari 2025.
Berdasarkan klasifikasinya, tingkat hunian tertinggi tercatat pada hotel bintang tiga dengan TPK mencapai 54,96%.
Sementara itu, tingkat penghunian kamar hotel nonbintang dan akomodasi lainnya pada Januari 2026 tercatat sebesar 24,81%. Angka tersebut turun dari 28,35% pada bulan sebelumnya atau mengalami penurunan 3,54%. Secara tahunan, TPK hotel nonbintang juga turun 2,82%.
BPS mencatat tingkat penghunian tertinggi pada kelompok hotel nonbintang kelas tiga yang mencapai 27,01%.(*)
Editor : Indra Zakaria