PROKALCO, SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda bersama aparat kepolisian, TNI, dan sejumlah instansi terkait melakukan inspeksi mendadak (sidak) bahan pokok dan barang penting (bapokting) menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Rabu (11/3/2026).
Sidak yang dipimpin Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri ini dimulai sekitar pukul 08.40 Wita dengan menyasar sejumlah titik, mulai dari SPBU, pangkalan LPG, pasar tradisional hingga distributor bahan pokok di Kota Samarinda.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan dari Polresta Samarinda, Kodim 0901 Samarinda, Disperindag Kota Samarinda, Bank Indonesia, Bulog, serta Kejaksaan Negeri Samarinda.
Stok BBM Dipastikan Aman
Salah satu lokasi yang menjadi sasaran sidak adalah SPBU Pertamina di Jalan Bung Tomo, Samarinda. Dari hasil pengecekan, harga bahan bakar minyak (BBM) yang dijual kepada masyarakat masih sesuai dengan ketentuan pemerintah dan tidak ditemukan indikasi kenaikan harga di luar ketentuan.
Selain itu, pemeriksaan terhadap mesin dispenser BBM juga menunjukkan tidak adanya manipulasi pada alat ukur. Mesin pengisian dinilai masih berfungsi dengan baik dan sesuai dengan standar takaran.
“Berdasarkan hasil sidak, persediaan BBM di SPBU dipastikan cukup dan aman hingga menjelang Idul Fitri. Mesin dispenser juga masih berfungsi sesuai standar,” kata Saefuddin.
Namun, tim sidak menemukan permasalahan pada salah satu SPBU di kawasan Tani Aman. Di lokasi tersebut ditemukan kerusakan pada salah satu komponen mesin dispenser BBM yang diketahui belum pernah diganti sejak 2017.
Dari hasil pengukuran menggunakan bejana tera, alat tersebut juga mendekati batas tidak layak sehingga satu nosel sementara disegel sambil menunggu proses kalibrasi ulang oleh pihak metrologi.
LPG 3 Kg Habis Terdistribusi
Tim juga melakukan pengecekan di pangkalan LPG 3 kilogram di Jalan Pattimura, Samarinda Seberang. Saat pemeriksaan dilakukan, tidak ditemukan stok tabung LPG yang masih berisi karena seluruh pasokan telah disalurkan kepada pedagang pengecer.
Sementara itu, pengecekan terhadap tabung kosong menunjukkan berat berkisar antara 4,9 hingga 5,2 kilogram.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa distribusi LPG 3 kilogram masih berjalan dan telah tersalurkan kepada masyarakat melalui para pedagang.
Harga Daging dan Ayam Mulai Naik
Sidak juga dilakukan di Pasar Baqa. Dari hasil pemantauan, sejumlah komoditas pangan mulai mengalami kenaikan harga.
Harga daging beku tercatat sekitar Rp110 ribu per kilogram, sedangkan daging segar mencapai Rp185 ribu per kilogram. Meski demikian, stok daging dipastikan masih aman hingga Lebaran.
Untuk ayam, harga ayam besar berada di kisaran Rp55 ribu per kilogram, sedangkan ayam kecil sekitar Rp45 ribu per kilogram. Sementara itu, harga ikan tongkol tercatat Rp38 ribu per kilogram dan ikan layang Rp48 ribu per kilogram.
“Memang ada kenaikan pada beberapa komoditas seperti daging sapi, ayam dan telur. Salah satu penyebabnya karena keterlambatan pasokan daging dari NTB selama satu hingga dua hari,” ujar Saefuddin.
Operasi Pasar Jika Harga Melonjak
Pemerintah Kota Samarinda, lanjut Saefuddin, telah menyiapkan langkah antisipasi jika harga bahan pokok melonjak menjelang Lebaran.
Pemkot berencana menggelar operasi pasar pada H-3 Idul Fitri apabila harga komoditas telah melampaui harga eceran tertinggi (HET) dan terjadi lonjakan signifikan.
Selain itu, hasil pengecekan timbangan pedagang di pasar juga menunjukkan selisih sekitar 0,5 antara timbangan elektronik dan manual yang masih dalam batas wajar.
Stok Beras dan Gula Aman
Sidak juga dilakukan di distributor bahan pokok di Jalan Ir. Sutami. Dari hasil pemantauan, beras premium masih dijual sesuai HET dengan ketersediaan stok yang dipastikan aman hingga Lebaran.
Selain beras, stok gula dan tepung juga dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Meski demikian, distribusi air mineral kemasan, khususnya merek Le Minerale dan air galon, masih terbatas karena pasokan dari pusat belum sepenuhnya optimal.
Secara keseluruhan, tim sidak menyimpulkan bahwa ketersediaan bahan pokok dan barang penting di Kota Samarinda masih relatif aman hingga menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah, meskipun terdapat kecenderungan kenaikan harga pada beberapa komoditas yang dipengaruhi faktor distribusi. (*)
Editor : Indra Zakaria