Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Pelabuhan Samarinda Mulai Membeludak, Ratusan Warga Luar Daerah Pilih Menginap di Terminal

Redaksi Prokal • 2026-03-16 21:22:09

Ratusan calon penumpang kapal laut menginap di ruang tunggu Pelabuhan Samarinda untuk menunggu jadwal keberangkatan menuju sejumlah daerah di Sulawesi, Minggu (15/3/2026). (KIS)
Ratusan calon penumpang kapal laut menginap di ruang tunggu Pelabuhan Samarinda untuk menunggu jadwal keberangkatan menuju sejumlah daerah di Sulawesi, Minggu (15/3/2026). (KIS)

 

SAMARINDA- Denyut arus mudik Lebaran 2026 mulai terasa menghentak di Pelabuhan Samarinda, Jalan Yos Sudarso. Ratusan pemudik dengan tujuan Sulawesi dan berbagai wilayah timur Indonesia terpantau mulai memadati terminal penumpang. Pemandangan unik terlihat di ruang tunggu pelabuhan, di mana gelombang calon penumpang memilih datang jauh lebih awal, bahkan hingga menginap beberapa malam demi memastikan mereka tidak tertinggal jadwal keberangkatan kapal.

Fenomena menginap di pelabuhan ini menjadi pilihan logis bagi para perantau yang datang dari wilayah jauh seperti Sangatta, Bontang, hingga Berau. Salah satunya adalah Adrian, yang sengaja tiba semalam sebelumnya meski kapal baru dijadwalkan lepas sauh pada siang hari berikutnya. Kekhawatiran akan kehabisan tiket dan kepadatan saat puncak arus mudik menjadi alasan utama para penumpang ini rela menggelar alas tidur sementara di area terminal.

Senada dengan itu, Ani, seorang pekerja asal Kutai Timur, bahkan mengaku sudah bermalam selama dua hari di pelabuhan bersama keluarganya. Baginya, moda transportasi laut tetap menjadi pilihan primadona karena harganya yang lebih terjangkau dibandingkan pilihan transportasi lain. Dengan rencana mudik selama 20 hari, datang lebih awal dianggap sebagai langkah paling aman untuk mendapatkan tempat yang nyaman di atas dek kapal nantinya.

Menanggapi lonjakan dini ini, Pelaksana Harian Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Samarinda, Ridha Rengreng, telah berkoordinasi dengan Pelindo Regional IV Samarinda untuk memfasilitasi para penumpang yang menginap. Diperkirakan ada sekitar 200 hingga 300 orang yang kini menempati ruang tunggu terminal. Fasilitas ini disiapkan agar para pemudik yang menempuh perjalanan darat jauh sebelum tiba di Samarinda dapat beristirahat dengan layak sambil menunggu kapal mereka bersandar.

Keberangkatan perdana arus mudik dari pelabuhan ini ditandai dengan operasional KM Prince Soya yang memiliki kapasitas sekitar 1.800 penumpang. Untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan, pihak KSOP menegaskan komitmennya dalam mengawasi penjualan tiket agar tidak melampaui kapasitas maksimal kapal. Selain itu, pengamanan ketat juga diberlakukan dengan melibatkan personel gabungan dari TNI, Polri, KSOP, Pelindo, hingga Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) yang bersiaga di posko angkutan Lebaran guna menjamin kelancaran tradisi tahunan ini.(*)

Editor : Indra Zakaria