SAMARINDA – Gelombang arus mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Samarinda mencapai titik tertingginya pada akhir pekan ini. Ribuan penumpang terlihat memenuhi setiap sudut terminal hingga dek kapal guna menyeberang menuju Parepare, Sulawesi Selatan. Berdasarkan catatan manifest dari Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Samarinda, kapal KM Prince Soya yang bertolak pada Minggu siang mengangkut setidaknya 1.697 orang dalam sekali perjalanan.
Kasi Penjagaan, Patroli, dan Penyidikan KSOP Kelas I Samarinda, Capt Sahrun Asis, mengonfirmasi bahwa hari tersebut merupakan puncak kepadatan arus mudik. Sejak pagi hari, aktivitas pelabuhan sudah sangat sibuk dengan kedatangan KM Queen Soya yang membawa ratusan penumpang, disusul oleh kapal perintis KM Sabuk Nusantara. Tingginya antusiasme warga membuat otoritas pelabuhan memutuskan untuk memajukan jadwal keberangkatan KM Prince Soya dua jam lebih awal dari jadwal semula demi mengurai penumpukan di terminal.
Salah satu pemudik, Alimin, menceritakan pengalamannya pulang ke kampung halaman di Bone. Meski harga tiket kapal saat ini menyentuh angka Rp770 ribu, ia tetap memilih moda transportasi laut karena alasan kenyamanan dan kapasitas barang bawaan. Baginya, pulang kampung kali ini memiliki makna mendalam karena bertepatan dengan niat keluarga untuk berziarah dan merawat makam orang tua.
Senada dengan itu, Abdullah Faisal, pemudik tujuan Makassar, menilai sistem pelayanan mudik tahun ini jauh lebih tertata dan manusiawi. Ia merasa proses masuk ke kapal kini lebih tertib dan tidak lagi terjadi aksi berdesakan yang ekstrem seperti tahun-tahun sebelumnya. Harga tiket yang lebih ramah di kantong dibandingkan moda transportasi udara menjadi alasan utama mengapa kapal laut tetap menjadi primadona bagi masyarakat Kalimantan Timur.
Dari sisi operasional, Direktur Utama PT Bunga Teratai, Syahril Sarapping, menjelaskan bahwa penyesuaian jadwal keberangkatan yang lebih cepat juga dipengaruhi oleh faktor alam. Kondisi pendangkalan di muara Sungai Mahakam mengharuskan kapal untuk berangkat mengikuti siklus air pasang agar perjalanan tetap aman. Untuk mengantisipasi calon penumpang yang belum terangkut, pihak operator telah menyiapkan tambahan jadwal keberangkatan pada hari Rabu dan Kamis mendatang.
Meski pelabuhan tampak sangat padat, pihak operator mengamati bahwa jumlah penumpang secara keseluruhan sebenarnya cenderung stabil atau sedikit menurun jika dibandingkan tahun lalu, yang diduga merupakan dampak dari dinamika kondisi ekonomi. Setelah melewati puncak arus mudik hari ini, otoritas memprediksi kepadatan penumpang akan mulai terurai pada jadwal keberangkatan berikutnya yang juga tersebar melalui titik keberangkatan lain di Bontang dan Balikpapan.(*)
Editor : Indra Zakaria