SAMARINDA – Meski pengerjaan fisik Teras Samarinda Tahap II disebut-sebut hampir rampung, masyarakat tampaknya harus sedikit lebih bersabar untuk bisa menikmati kawasan ikonik tersebut. Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan tidak ingin gegabah dalam membuka fasilitas publik ini sebelum memastikan seluruh detail pekerjaan benar-benar tuntas dan aman bagi pengunjung.
Hingga saat ini, pagar pembatas masih terpasang guna mencegah warga masuk ke area proyek yang pengerjaannya tengah memasuki fase akhir. Andi Harun mengungkapkan bahwa dirinya tidak ingin hanya bersandar pada laporan administrasi di atas kertas. Baginya, kesiapan sebuah proyek fasilitas publik harus dibuktikan melalui peninjauan langsung di lapangan untuk menjamin standar kualitas yang diharapkan.
Sikap hati-hati ini bukan tanpa alasan. Wali Kota berkaca pada pengalaman penataan kawasan Pasar Pagi sebelumnya, di mana ia memilih menunda peresmian karena mendeteksi adanya persoalan teknis kecil yang luput dari laporan. Ia menekankan bahwa hal-hal detail, seperti pemasangan baut hingga kualitas pengecatan, menjadi perhatian serius sebelum proses serah terima pekerjaan akhir atau final hand over (FHO) dilakukan.
"Saya tidak terbiasa hanya melihat laporan tertulis. Saya akan ke lapangan dulu, siapa tahu masih ada satu dua baut yang belum terpasang atau cat yang masih terkelupas," ujar Andi Harun saat memberikan keterangan terkait perkembangan proyek tersebut.
Rencananya, orang nomor satu di Samarinda ini akan kembali turun ke lokasi pada awal pekan depan untuk melakukan pengecekan menyeluruh. Hasil dari tinjauan lapangan itulah yang nantinya akan menjadi penentu apakah Teras Samarinda Tahap II sudah layak dibuka untuk umum atau masih memerlukan penyempurnaan di beberapa bagian.
Andi Harun menegaskan bahwa aspek keselamatan dan kenyamanan warga jauh lebih krusial dibandingkan sekadar mengejar seremoni peresmian. Menurutnya, lebih baik pembukaan sedikit tertunda daripada memaksakan operasional fasilitas yang belum sepenuhnya siap pakai, mengingat tingginya antusiasme masyarakat yang diprediksi akan memadati kawasan tersebut nantinya. (*)
Editor : Indra Zakaria