SAMARINDA – Menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 H, Kota Samarinda tengah menghadapi tantangan besar terkait kebersihan lingkungan. Berdasarkan data terbaru dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda, volume sampah di wilayah ini mengalami lonjakan drastis hingga dua kali lipat dibandingkan hari-hari biasanya. Jika pada kondisi normal produksi sampah warga hanya berkisar di angka 600 ton per hari, memasuki H-3 Lebaran atau sejak Rabu (18/3), angka tersebut meroket tajam hingga menyentuh 1.200 ton dalam sehari.
Lonjakan ini didominasi oleh limbah rumah tangga, di mana aktivitas konsumsi masyarakat meningkat pesat menjelang hari kemenangan. Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Samarinda, M. Taufik, mengungkapkan bahwa sekitar 60 persen dari total sampah yang masuk ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) merupakan sampah makanan. Namun, yang cukup mengejutkan, petugas di lapangan juga menemukan berbagai macam perabotan rumah tangga bekas seperti sofa, kulkas, hingga kasur yang ikut dibuang oleh warga ke TPS.
Kondisi penumpukan sampah yang paling masif terpantau terjadi di tiga wilayah utama, yakni Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda Utara, dan Kecamatan Sungai Kunjang. Mengantisipasi agar tumpukan tersebut tidak meluber hingga ke badan jalan dan mengganggu estetika kota, DLH Samarinda telah menyiagakan sedikitnya 700 personel lapangan. Pasukan ini terdiri dari petugas penyapu jalan, pengumpul sampah, hingga sopir truk yang dikerahkan untuk menyisir 82 titik TPS yang tersebar di seluruh penjuru kota.
Demi menjaga kebersihan tetap terkendali, sistem kerja petugas kini diatur dalam sif yang berjalan selama 24 jam penuh. Taufik menjelaskan bahwa intensitas pengangkutan di beberapa titik bahkan harus dilakukan berkali-kali dalam sehari. Di lokasi yang padat, petugas terpaksa melakukan hingga 10 kali rit pengangkutan, padahal dalam situasi normal biasanya cukup dengan 4 kali rit saja. Pengaturan jadwal kerja yang sangat ketat ini menjadi langkah darurat agar sampah tidak berhamburan ke jalanan, mengingat petugas harus bekerja tanpa henti di tengah kesibukan warga mempersiapkan Lebaran. (*)
Editor : Indra Zakaria