Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Dua Kebakaran Terjadi Saat Perayaan Idul Fitri di Samarinda, 8 Bangunan Hangus dalam Dua Hari

Muhamad Yamin • 2026-03-23 12:06:25

Kebakaran di Samarinda.
Kebakaran di Samarinda.

PROKAL.CO, SAMARINDA – Dua peristiwa kebakaran terjadi di Kota Samarinda saat suasana perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, yang jatuh pada Sabtu dan Minggu (21–22 Maret 2026). Dalam dua kejadian beruntun tersebut, total delapan bangunan dilaporkan hangus terbakar.

Kebakaran pertama terjadi pada Minggu (22/3/2026) dini hari, bertepatan dengan hari kedua perayaan Idul Fitri, di Jalan Sutra Kembang, Gang HM Senang, RT 17, Kelurahan Kampung Baqa, Kecamatan Samarinda Seberang. Api mulai berkobar sekitar pukul 00.20 WITA dan berhasil dipadamkan sekitar pukul 01.05 WITA.

Dalam kejadian tersebut, dua rumah tunggal milik dua kepala keluarga dengan total sembilan jiwa, terbakar. Selain itu, dua rumah lainnya turut terdampak.

Sebanyak enam orang mengalami sesak napas akibat asap tebal, dalam peristiwa ini, terdiri dari tiga warga, dua relawan, dan satu petugas pemadam kebakaran. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Dugaan sementara, kebakaran dipicu arus pendek listrik, meski penyebab pastinya masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Proses pemadaman sempat terkendala terbatasnya sumber air serta banyaknya warga yang memadati lokasi, yang saat itu masih dalam suasana silaturahmi Lebaran.

Kebakaran kedua terjadi pada Senin (23/3/2026) dini hari atau sehari setelah rangkaian utama perayaan Idul Fitri, sekitar pukul 04.20 WITA di Jalan Soekarno Hatta Km 1, Gang Durian dan Durian 2, RT 21, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Loa Janan Ilir. Api baru dapat dipadamkan sekitar pukul 06.20 WITA setelah upaya pemadaman selama dua jam.

Peristiwa ini menghanguskan enam bangunan, terdiri dari lima rumah tunggal dan satu tempat ibadah berupa langgar. Sebanyak enam kepala keluarga dengan total 24 jiwa terdampak, serta satu rumah lainnya ikut mengalami dampak kebakaran.

Seorang warga dilaporkan mengalami luka ringan dalam kejadian tersebut. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

Ketua Relawan ITS-TRC, Joko Iswanto, mengatakan kedua kejadian kebakaran tersebut terjadi di tengah momentum perayaan Idul Fitri, sehingga membutuhkan kewaspadaan ekstra dari masyarakat.

“Untuk kejadian di Kampung Baqa, kendala utama ada pada keterbatasan sumber air dan banyaknya warga yang menonton. Sementara di Loa Janan Ilir, proses pemadaman relatif lebih lancar tanpa kendala berarti,” ujarnya.

Ia menambahkan, dugaan awal kebakaran di Loa Janan Ilir berasal dari bagian dapur salah satu rumah warga. Namun, penyebab pasti masih dalam proses penyelidikan aparat kepolisian.

Dalam dua peristiwa tersebut, puluhan personel gabungan diterjunkan, terdiri dari relawan, Dinas Pemadam Kebakaran, kepolisian, BPBD, hingga tim medis. Total armada yang dikerahkan mencapai 17 unit mobil tangki serta puluhan mesin portable relawan.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang disebabkan oleh instalasi listrik maupun aktivitas memasak di rumah, terlebih saat perayaan hari besar keagamaan. (*)

Editor : Indra Zakaria