SAMARINDA – Gelombang arus balik Lebaran di Pelabuhan Samarinda, Jalan Yos Sudarso, mulai menunjukkan eskalasi signifikan pada H+5, Kamis (26/3/2026). Kedatangan kapal motor (KM) Prince Soya dari Parepare menjadi penanda dimulainya fase puncak kepulangan pemudik ke Ibu Kota Kalimantan Timur, dengan mengangkut total 1.683 penumpang, termasuk rombongan keluarga dan anak-anak.
Kapal yang bersandar tepat pukul 08.20 Wita tersebut membawa dinamika tersendiri di dermaga. Kasi Penjagaan, Patroli, dan Penyidikan KSOP Kelas I Samarinda, Sahrun Asis, mengungkapkan bahwa meski suasana pelabuhan tampak padat, situasi saat ini belum mencapai titik jenuh. Pihak otoritas memprediksi lonjakan penumpang yang lebih masif akan terjadi pada hari Minggu mendatang melalui kedatangan KM Queen Soya, yang kemudian disusul oleh KM Aditya pada Senin berikutnya.
Peningkatan jumlah penumpang pada pertengahan pekan ini disinyalir berkaitan erat dengan berakhirnya masa libur sekolah. Banyak keluarga yang memilih kembali lebih awal agar anak-anak memiliki waktu istirahat yang cukup sebelum memulai kembali aktivitas akademik. Salah satu pemudik, Andi (34), mengakui keputusannya pulang lebih cepat dari Parepare adalah demi kenyamanan sang buah hati, sekaligus menghindari penumpukan ekstrem yang biasa terjadi di penghujung masa cuti bersama.
Guna menjaga kelancaran alur penumpang, KSOP Kelas I Samarinda telah menyiagakan koordinasi lintas sektoral yang melibatkan Kepolisian, KP3, Karantina Kesehatan, hingga Pelindo. Pengawasan ketat diberlakukan, termasuk imbauan tegas bagi para penjemput agar tidak merangsek masuk ke area dermaga maupun naik ke atas kapal. Langkah sterilisasi area vital ini diambil demi menjamin ketertiban dan keamanan proses debarkasi penumpang.
Hingga saat ini, operasional di Pelabuhan Samarinda terpantau tetap terkendali dan kondusif. Pengaturan zonasi antara penumpang yang turun dan area penjemputan dinilai cukup efektif dalam meminimalisir kekacauan di pintu keluar pelabuhan. Dengan kesiapan infrastruktur dan personel yang ada, otoritas pelabuhan optimis dapat mengawal sisa periode arus balik tahun ini dengan standar keselamatan yang maksimal. (*)
Editor : Indra Zakaria