Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Andi Harun Soroti Konflik Fungsi Ruang Usai Kebakaran Pasar Segiri: Sangat Potensial Terbakar

Muhamad Yamin • Jumat, 27 Maret 2026 - 22:09 WIB

 Lokasi kebakaran di Pasar Segiri Samarinda.
Lokasi kebakaran di Pasar Segiri Samarinda.

PROKAL.CO, SAMARINDA - Wali Kota Samarinda Andi Harun menyoroti kondisi tata ruang Pasar Segiri yang dinilai sudah sangat rawan memicu kebakaran. Hal itu disampaikannya usai meninjau langsung lokasi kebakaran hebat yang melanda kawasan pertokoan di sekitar Jalan Pahlawan, area Pasar Segiri, Kamis (26/3/2026).

Menurut Andi Harun, kebakaran di kawasan pasar tersebut bukan lagi sekadar insiden biasa, melainkan cerminan dari persoalan lama yang selama ini menumpuk, mulai dari konflik fungsi ruang, instalasi listrik yang semrawut, hingga kedisiplinan pedagang.

"Kalau dilihat secara tata ruang, kondisi Pasar Segiri ini memang sulit dihindari dari potensi kebakaran. Keadaannya sangat potensial sewaktu-waktu terjadi kebakaran," kata Andi Harun kepada wartawan usai meninjau lokasi.

Ia menjelaskan, banyak fungsi ruang di pasar yang sudah saling bertabrakan. Di satu sisi digunakan untuk aktivitas berdagang, namun di sisi lain juga dipakai untuk memasak bahkan menjadi tempat tinggal.

 Lokasi kebakaran di Pasar Segiri Samarinda.
Lokasi kebakaran di Pasar Segiri Samarinda.

"Sudah banyak ruang-ruang fungsi pasar yang saling bertabrakan. Ada los yang dipakai masak, ada juga yang dijadikan tempat tinggal. Kalau kedisiplinannya tinggi, mungkin masih bisa dimitigasi. Tapi pedagang kan macam-macam, ada yang disiplin, ada juga yang kurang," ujarnya.

Menurutnya, rendahnya kedisiplinan itu berpotensi memunculkan kelalaian yang pada akhirnya bisa berujung bencana.

"Tidak ada yang menginginkan kebakaran. Tapi kedisiplinan itu yang kadang memunculkan kelalaian dan akhirnya sesuatu yang tidak kita harapkan terjadi lagi," imbuhnya.

Andi Harun juga mengingatkan bahwa kebakaran di Pasar Segiri bukan kali pertama terjadi. Ia menyebut, pada tahun sebelumnya juga sempat terjadi insiden serupa di area yang tak jauh dari lokasi kebakaran terbaru.

"Kalau tidak salah tahun kemarin juga kebakaran di sebelah sana, malam-malam juga peristiwanya. Jadi memang secara umum, fungsi ruang di sini sudah terjadi konflik," tegasnya.

 Lokasi kebakaran di Pasar Segiri Samarinda.
Lokasi kebakaran di Pasar Segiri Samarinda.

Selain persoalan fungsi ruang, ia juga menyinggung kondisi kabel mekanikal dan elektrikal (ME) di kawasan pasar yang dinilai sudah tidak tertata.

"Belum lagi kabel-kabelnya, sudah semrawut, sambung-menyambung. Itu semua jadi bahan pertimbangan kami," katanya.

Kondisi itulah, lanjut Andi, yang menjadi salah satu dasar Pemerintah Kota Samarinda menggagas peremajaan Pasar Segiri. Mengingat, pasar tradisional tersebut sudah berusia puluhan tahun dan membutuhkan penataan menyeluruh.

"Itu yang menjadi dasar kenapa kita punya ide dan gagasan untuk melakukan peremajaan terhadap Pasar Segiri ini. Apalagi memang pasar ini sudah puluhan tahun," ujarnya.

Ia berharap rencana peremajaan pasar tersebut nantinya mendapat dukungan luas dari para pedagang agar bisa direalisasikan.

"Mudah-mudahan nanti rencana peremajaan pasar ini mendapat dukungan besar dari pedagang. Dan kita bisa membangunnya. Mudah-mudahan tahun depan kita punya ruang fiskal yang cukup untuk memulai itu," tutupnya.

Sebelumnya, kebakaran hebat melanda kawasan pertokoan di sekitar Jalan Pahlawan, area Pasar Segiri, Kelurahan Dadimulya, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kamis (26/3) sekitar pukul 04.20 Wita. Api baru berhasil dikendalikan sekitar pukul 06.20 Wita setelah petugas dan relawan berjibaku selama kurang lebih dua jam.

Dari total bangunan yang terbakar, terdiri atas 20 petak kios dan 24 ruko. Selain itu, ada 5 bangunan lain terdampak akibat kobaran api yang cepat membesar di kawasan padat pertokoan. Dalam kejadian itu, tercatat 6 kepala keluarga (KK) atau 24 jiwa menjadi penghuni bangunan yang terbakar.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, tiga warga mengalami luka ringan dan telah mendapat penanganan di lokasi. Berdasarkan informasi awal di lapangan, kebakaran diduga dipicu arus pendek listrik. Meski begitu, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.(*)

Editor : Indra Zakaria