Amankan Aksi 21 April, Polda Kaltim Terjunkan 2.556 Personel dengan Pendekatan Humanis

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Selasa, 21 April 2026 | 07:30 WIB
Apel Gelar Pasukan dipimpin Kapolda Kaltim, Irjen Pol Endar Priantoro, di halaman parkir GOR Segiri Samarinda
Apel Gelar Pasukan dipimpin Kapolda Kaltim, Irjen Pol Endar Priantoro, di halaman parkir GOR Segiri Samarinda

SAMARINDA — Polda Kalimantan Timur memastikan kesiapan penuh dalam mengawal jalannya aksi unjuk rasa yang dijadwalkan berlangsung hari ini, Selasa (21/4/2026). Sebanyak 2.556 personel gabungan telah disiagakan untuk menjaga kondusifitas di sejumlah titik strategis di ibu kota provinsi. Kapolda Kaltim, Irjen Pol Endar Priantoro, menyatakan bahwa seluruh aspek pengamanan telah difinalisasi, mencakup kesiapan personel hingga sarana pendukung di lapangan.

Dalam apel gelar pasukan yang dilaksanakan sehari sebelumnya, Kapolda merinci bahwa fokus utama pengamanan akan terpusat di dua lokasi vital, yakni Kantor DPRD Kaltim di Karang Paci dan Kantor Gubernur Kaltim di Jalan Gajah Mada. Ia menekankan bahwa pembagian tugas telah diatur secara proporsional sesuai dengan estimasi jumlah massa. “Total kekuatan yang kita siapkan mencapai 2.556 personel gabungan. Hari ini kita sudah lakukan finalisasi, baik dari sisi personel, sarana-prasarana, hingga teknik pengamatan,” ujar Endar pada Senin (20/4/2026).

Meskipun menyiagakan ribuan personel, Endar menegaskan bahwa kepolisian akan mengutamakan paradigma pelayanan ketimbang konfrontasi. Pendekatan preemtif dan preventif akan dikedepankan agar aspirasi masyarakat dapat tersampaikan dengan tertib tanpa mengesampingkan keamanan publik. “Paradigma kita adalah pelayanan, bukan konfrontasi. Kita kedepankan pendekatan humanis, agar kegiatan penyampaian aspirasi bisa berjalan dengan baik,” tegasnya.

Terkait pemasangan pagar pembatas di beberapa objek vital, Kapolda menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan prosedur antisipasi guna mencegah masuknya pihak-pihak yang berniat memicu kerusuhan. Ia mengklarifikasi bahwa sarana tersebut bukan untuk menghalangi unjuk rasa, melainkan demi keselamatan bersama. “Pagar itu bukan untuk membatasi secara berlebihan, tapi sebagai upaya pencegahan agar tidak terjadi hal-hal negatif,” jelas Endar. Ia juga menambahkan bahwa penggunaan alat pengendali massa seperti gas air mata hanya akan menjadi opsi terakhir jika situasi mengalami eskalasi yang membahayakan.

Guna memastikan stabilitas keamanan di Kalimantan Timur, pengamanan ini juga mendapat dukungan penuh dari unsur TNI, mulai dari jajaran Korem hingga Kodim. Menutup keterangannya, Irjen Pol Endar Priantoro mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban selama aksi berlangsung. “Kami mengajak semua pihak untuk bertanggung jawab. Jika ada potensi gangguan, segera informasikan kepada petugas agar situasi tetap aman, damai, dan kondusif,” pesannya. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
rudy mas'ud aksi massa 21 april samarinda