SAMARINDA – Isu liar mengenai penarikan massal mobil dinas lurah dan camat di lingkungan Pemerintah Kota Samarinda akhirnya terjawab. Sempat memicu tanda tanya di masyarakat, pihak kecamatan memberikan klarifikasi bahwa hilangnya unit-unit lama bukan berarti penghapusan fasilitas, melainkan regenerasi unit baru seiring berakhirnya masa kontrak sewa.
Camat Samarinda Seberang, Aditya Koesprayogi, menjelaskan bahwa operasional kendaraan di lingkup Pemkot Samarinda menggunakan skema sewa pihak ketiga dengan durasi kontrak tiga tahun. Karena kontrak periode sebelumnya telah tuntas, seluruh unit lama harus dikembalikan untuk diganti dengan armada yang lebih segar.
"Betul, masa sewanya sudah habis tiga tahun. Jadi kendaraan lama ditarik dan diganti dengan unit baru sesuai standar yang berlaku. Ini prosedur rutin, jadi tidak ada pengurangan fasilitas," tegas Aditya. Dalam peremajaan unit yang berlangsung bertahap sejak Februari hingga Maret 2026 ini, terdapat penyesuaian jenis kendaraan. Untuk mendukung mobilitas tinggi di medan perkotaan dan perbukitan Samarinda, para camat kini dibekali unit bertipe Small SUV yakni Toyota Rush. Sementara itu, para lurah mendapatkan unit Toyota Avanza untuk menunjang aktivitas pelayanan.
Aditya membeberkan bahwa skema sewa ini sebenarnya jauh lebih efisien bagi kas daerah. Nilai sewa untuk kendaraan lurah berada di angka kisaran Rp7 juta per bulan, sementara untuk camat berkisar antara Rp8 juta hingga Rp8,5 juta per bulan.
"Biaya tersebut sudah all-in, mencakup perawatan dan perbaikan. Jadi tidak ada lagi anggaran tambahan untuk servis karena semua sudah masuk dalam kontrak," jelasnya.
Senada dengan Aditya, Camat Samarinda Ilir, La Uje, mengonfirmasi bahwa seluruh kendaraan operasional di wilayahnya telah diperbarui. Ia menyebut terdapat efisiensi anggaran karena nilai sewa unit baru ini cenderung menurun dibandingkan periode sebelumnya meskipun tetap dengan spesifikasi yang mumpuni.
Respon positif juga datang dari tingkat kelurahan. Lurah Sidomulyo, Misrini, mengaku unit baru tersebut sangat membantu mobilitasnya saat turun langsung menyapa warga. Begitu pula dengan Lurah Sungai Pinang Dalam, Novi Kurnia Putra, yang menganggap pergantian ini sebagai hal wajar demi memastikan kendaraan dinas selalu dalam kondisi prima saat digunakan bertugas.
Dengan hadirnya armada baru ini, Pemkot Samarinda berharap kinerja para pemangku wilayah di tingkat kecamatan dan kelurahan semakin maksimal tanpa perlu dipusingkan dengan urusan teknis perawatan kendaraan. (*)
Editor : Indra Zakaria