SAMARINDA — Akses Jalan KH Hasyim Asyari yang membelah perbatasan Kelurahan Loa Bakung dan Kelurahan Loa Buah, Kecamatan Sungai Kunjang, kini masuk dalam radar pengawasan ketat. Jalur ini ditetapkan sebagai salah satu kawasan paling rawan kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di Kota Tepian.
Titik paling diwaspadai berada di area tanjakan curam yang akrab disapa warga sebagai Tanjakan Hartati. Di lokasi ini, insiden kendaraan yang mendadak hilang tenaga dan termundur ke belakang sudah menjadi "makanan" sehari-hari.
Situasi di lapangan kian diperparah oleh geometri jalan yang dinilai kurang ideal. Jalur ini memiliki kombinasi tikungan tajam, baik di posisi puncak maupun di kaki tanjakan. Kontur ekstrem ini otomatis memangkas akselerasi kendaraan, terutama bagi truk-truk bermuatan berat yang kehilangan momentum saat hendak menanjak.
Padahal, jalur penghubung ini merupakan urat nadi logistik utama bagi kendaraan berbobot raksasa yang keluar masuk Samarinda via Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu). Kekhawatiran mengenai kondisi jalur maut ini dirasakan langsung oleh masyarakat yang saban hari melintas. Hery, salah seorang warga Kelurahan Loa Buah, mengamini bahwa berkendara di jalur ini menuntut kewaspadaan berkali-kali lipat, terlebih saat hari mulai gelap.
“Iya memang rawan, apalagi kalau malam. Kadang kendaraan besar yang lewat di sana laju-laju (ngebut). Kemudian beberapa titik juga lampu penerangan jalan tidak maksimal,” keluh Hery.
Truk Kontainer Melintang, Polisi Minta Pengendara Jaga Jarak
Kerawanan jalur ini kembali terbukti lewat insiden teranyar pada Kamis (28/5/2026). Sebuah truk kontainer dilaporkan gagal menanjak di Tanjakan Hartati hingga posisinya melintang dan menutup sebagian lajur jalan. Beruntung, personel Polantas bergerak cepat ke lokasi untuk mengurai kemacetan.
Merespons tingginya risiko di jalur tersebut, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar, melalui Kasat Lantas Kompol La Ode Prasetyo, meminta masyarakat untuk ekstra waspada, terutama saat beriringan dengan kendaraan besar. “Kami mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga jarak aman saat beriringan dengan kendaraan berat. Kemudian jaga kecepatan kendaraan juga. Hal ini penting untuk meminimalisir risiko kecelakaan,” ujar Kompol La Ode Prasetyo.
Pihak Satlantas Polresta Samarinda menegaskan bahwa mereka tidak tinggal diam dan terus berupaya melakukan langkah mitigasi di jalur tengkorak tersebut. “Kami kerap melakukan patroli ke kawasan itu untuk pengawasan, sekaligus memastikan arus lalu lintas tetap lancar dan aman,” pungkasnya. (*)
Editor : Indra Zakaria