PROKAL.CO, SAMARINDA – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda, Suwarso memastikan program ESG Climate Action melalui kolaborasi penanaman 2.000 pohon tidak berhenti pada kegiatan seremonial saja. Program yang diluncurkan di Desa Budaya Pampang, Minggu (7/6), dipastikan akan berlanjut ke sejumlah kawasan konservasi di Kota Tepian.
Suwarso mengatakan kegiatan tersebut merupakan langkah awal dari gerakan penghijauan yang akan terus dikembangkan bersama berbagai pihak, termasuk Enabel Project dan komunitas lingkungan.
Menurutnya, sejumlah lokasi konservasi akan menjadi sasaran pengembangan program guna menjaga kawasan hijau dari ancaman penebangan dan kerusakan lingkungan.
“Ke depan akan kita kembangkan ke beberapa titik, terutama daerah-daerah konservasi yang perlu kita lindungi agar tidak dilakukan penebangan dan tetap terjaga kelestariannya,” ujar Suwarso saat diwawancarai usai kegiatan.
Ia menilai salah satu keunggulan program tersebut adalah adanya sistem pemantauan terhadap pohon yang telah ditanam. Berbeda dengan program penghijauan pada umumnya yang sering kali berhenti setelah penanaman, pohon-pohon dalam program ini akan terus diawasi pertumbuhannya secara berkala.
“Biasanya kita tanam lalu ditinggalkan. Tetapi dalam program ini pohon yang ditanam akan diadopsi dan dipantau pertumbuhannya. Perkembangannya juga akan dilaporkan secara berkala,” katanya.
Suwarso menegaskan keberhasilan program penghijauan tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda, dinilai menjadi kunci keberlanjutan program tersebut.
Ia mengapresiasi pesan yang disampaikan Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Nabilla Karbala, yang menekankan pentingnya peran anak muda sebagai motor penggerak berbagai program sosial dan lingkungan.
“Generasi muda harus dilibatkan sejak awal. Kalau ingin membangun kepedulian lingkungan, prosesnya harus dimulai dari sekarang, bukan ketika semuanya sudah berjalan. Ini bagian dari edukasi yang harus terus dikembangkan,” ujarnya.
DLH Samarinda pun berkomitmen mendukung keberlanjutan program tersebut agar semakin banyak komunitas dan anak muda terlibat dalam upaya pelestarian lingkungan di Kota Samarinda. (*)
Editor : Indra Zakaria