PROKAL.CO, SAMARINDA – Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Samarinda membocorkan perkembangan terbaru terkait rencana penambahan lampu di Stadion Segiri menjelang Borneo FC Samarinda tampil di kompetisi Asia musim 2026/2027.
Kepala Disporapar Samarinda, Muslimin, mengatakan Pemerintah Kota Samarinda bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur telah berkomitmen untuk memenuhi standar pencahayaan yang dipersyaratkan oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Menurutnya, saat ini pemerintah tengah menyiapkan kajian teknis sebelum melakukan penambahan lampu stadion.
"Untuk persiapan Borneo FC, pemerintah kota bersama pemerintah provinsi sudah berkomitmen menyelesaikan kekurangan yang ada di stadion, terutama menyangkut lampu," ucap Muslimin, Selasa (23/6/2026). Disporapar Samarinda saat ini tengah menggunakan jasa konsultan untuk menghitung kebutuhan lampu tambahan sekaligus mengkaji kesiapan konstruksi stadion.
"Kami sedang mengadakan konsultan untuk menghitung berapa kebutuhan lampu dan bagaimana konstruksi yang dibutuhkan. Jadi kita tidak serta merta langsung membongkar lampu lalu mengganti dengan yang baru," katanya.
Muslimin menegaskan, lampu yang saat ini terpasang di Stadion Segiri masih dalam kondisi baik sehingga hanya diperlukan penambahan pencahayaan.
Berdasarkan hasil kajian awal, penambahan lampu pada tiang yang sudah ada dinilai berisiko karena konstruksi eksisting dikhawatirkan tidak mampu menahan beban tambahan. "Hasil konsultan menyarankan agar lampu bisa dipasang di tribun atau menambah tiang lampu baru. Ini lebih mengutamakan aspek keamanan dan keselamatan," jelasnya.
Ia mengungkapkan, saat ini tingkat pencahayaan Stadion Segiri masih berada di angka 1.000 lux. Sementara AFC mensyaratkan pencahayaan minimal mencapai 1.500 lux untuk pertandingan internasional. "Saat ini kita baru 1.000 lux, sementara yang dibutuhkan AFC adalah 1.500 lux. Artinya masih perlu tambahan sekitar 500 lux lagi," bebernya.
Lebih lanjut, ia menyebut Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud, telah berkomitmen membantu pemenuhan kebutuhan lampu stadion tersebut. Bahkan, dalam rapat yang digelar di Kantor Dinas PUPR Provinsi Kaltim, muncul usulan untuk memindahkan lampu yang ada di Stadion Utama Palaran ke Stadion Segiri.
Namun demikian, rencana tersebut masih memerlukan pembahasan lebih lanjut, terutama terkait aspek konstruksi, instalasi, serta status aset. "Apakah sudah diperhitungkan konstruksinya, bagaimana instalasinya, termasuk biayanya, ini yang harus dibicarakan kembali. Kami juga harus berkonsultasi dengan konsultan, PUPR dan bagian aset," terangnya.
Muslimin menambahkan, dalam waktu dekat akan dilakukan pertemuan lanjutan yang melibatkan seluruh pihak terkait, mulai dari Disporapar Kota Samarinda, Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kaltim, PUPR, Bappeda hingga pengelola aset guna memastikan langkah terbaik dalam pemenuhan standar AFC tersebut. (*)
Editor : Indra Zakaria