PROKAL.CO, SAMARINDA – Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri meninjau pembangunan dua fasilitas olahraga baru milik Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda di kawasan GOR Segiri, Selasa (23/6/2026). Dua fasilitas tersebut yakni driving range golf dan kolam renang yang menjadi bagian dari pengembangan sarana olahraga di Kota Tepian.
Dalam peninjauan tersebut, Saefuddin bersama rombongan menyusuri area driving range terlebih dahulu sebelum melanjutkan inspeksi ke lokasi kolam renang.
Ia mengatakan, kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan fasilitas sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan kawasan GOR Segiri sebagai pusat kegiatan olahraga masyarakat. "Ini dalam rangka mengoptimalisasi daerah untuk olahraga. Salah satunya ada driving range dan yang kedua adalah kolam renang," ujarnya. Menurut Saefuddin, secara umum pembangunan driving range telah rampung dan sudah dapat digunakan. Namun, masih terdapat beberapa catatan teknis yang perlu disempurnakan, terutama terkait aspek keamanan.
"Ada beberapa hal teknis yang harus diperbaiki sedikit, terutama menyangkut keamanan dan kenyamanan bagi para golfer," katanya. Ia menjelaskan, aspek keselamatan menjadi perhatian utama mengingat aktivitas olahraga golf menggunakan bola yang dipukul dengan kecepatan tinggi sehingga berpotensi membahayakan apabila tidak didukung sistem pengamanan yang memadai.
"Karena ini berkaitan dengan bola dan besi, kalau sampai mengenai kaca dan lain sebagainya tentu keselamatan harus diutamakan," tegasnya. Sementara untuk fasilitas kolam renang, Saefuddin menyebut bangunan utama sebenarnya telah siap digunakan. Hanya saja, masih diperlukan penyelesaian sejumlah kelengkapan pendukung yang dibiayai melalui anggaran tahun 2026.
"Kalau kolam renang, secara bangunan sudah siap. Tetapi kelengkapan untuk area kolam masih menggunakan anggaran tahun ini. Insyaallah bisa diselesaikan dalam dua sampai empat bulan ke depan," ungkapnya. Setelah seluruh pekerjaan fisik selesai, Pemkot Samarinda menargetkan kedua fasilitas olahraga tersebut dapat segera dibuka untuk masyarakat umum.
Terkait tarif penggunaan, Saefuddin mengatakan besaran retribusi nantinya akan mengacu pada peraturan daerah yang berlaku dengan mempertimbangkan kemampuan masyarakat. "Tarifnya nanti diatur dalam perda. Yang jelas bagaimana masyarakat tidak keberatan dan pengelola juga tetap bisa berjalan. Jadi sifatnya win-win solution," jelasnya.
Diketahui, pembangunan kolam renang atau Sports Hub di Kompleks Stadion Segiri menelan anggaran sekitar Rp39,6 miliar. Sementara pembangunan driving range golf menghabiskan dana sekitar Rp61,8 miliar dalam dua tahun anggaran. (*)
Editor : Indra Zakaria