Peserta Latsarmil SPPI untuk Koperasi Merah Putih Meninggal Saat Pelatihan di Balikpapan

Muhamad Yamin • Dipublikasikan Kamis, 25 Juni 2026 | 12:49 WIB
Kapendam VI Mulawarman Kolonel Inf Gatot Teguh Waluyo
Kapendam VI Mulawarman Kolonel Inf Gatot Teguh Waluyo

 

PROKAL.CO, SAMARINDA – Seorang peserta Latihan Dasar Militer (Latsarmil) program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang dipersiapkan menjadi manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) meninggal dunia saat mengikuti pendidikan dan pelatihan di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Peserta tersebut diketahui bernama AM, yang berasal dari Jawa Timur. Ia mengikuti program pelatihan yang diselenggarakan di Dodikjur Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) VI/Mulawarman. Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) VI/Mulawarman Kolonel Infanteri Gatot Teguh Waluyo membenarkan adanya peserta yang meninggal dunia dalam kegiatan tersebut. Menurut dia, Anisa meninggal setelah mengalami gangguan kesehatan saat menjalani pendidikan.

“Almarhumah merupakan peserta SPPI asal Jawa Timur yang dikirim ke Kalimantan Timur untuk mengikuti latihan dasar di bawah pembinaan Rindam,” kata Gatot dalam keterangan tertulis, Selasa, 23 Juni 2026. Gatot mengatakan seluruh rangkaian kegiatan pelatihan telah dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku. Ia menyebut peserta mendapatkan pendampingan dari pelatih, unsur pendukung, hingga tenaga kesehatan selama kegiatan berlangsung.

Menurut dia, pelatihan yang dijalani peserta tidak didominasi aktivitas fisik berat. Sebagian besar materi, kata Gatot, berupa proses pembelajaran di dalam kelas. “Kegiatan yang dilaksanakan lebih banyak berupa proses belajar mengajar dan tidak didominasi kegiatan fisik,” ujarnya.

Ia menjelaskan penanganan medis terhadap Anisa telah dilakukan sejak kondisi kesehatannya menurun. Setelah mendapatkan pemeriksaan awal di lingkungan pelatihan, peserta tersebut kemudian dirujuk ke Rumah Sakit dr. Hardjanto Balikpapan karena kondisinya tidak menunjukkan perbaikan.

“Prosedur penanganan sudah dilakukan sesuai ketentuan. Ketika perkembangan kesehatannya tidak membaik, yang bersangkutan segera dirujuk ke rumah sakit,” kata Gatot. Hingga kini, Kodam VI/Mulawarman masih menunggu hasil pendalaman untuk memastikan penyebab pasti meninggalnya peserta tersebut. Hasil pemeriksaan lebih lanjut akan menjadi dasar penjelasan resmi mengenai peristiwa itu.

Selain menangani proses medis, Kodam juga membantu pemulangan jenazah ke kampung halaman di Jawa Timur. Pendampingan dilakukan hingga proses penyerahan jenazah kepada keluarga di rumah duka. “Kami memberikan pendampingan dalam proses pemulangan sebagai bentuk tanggung jawab dan penghormatan kepada almarhumah,” ujar Gatot.

Program pendidikan dan pelatihan SPPI sendiri resmi dibuka pada 17 Juni 2026. Salah satu tahapan yang dijalani peserta adalah latihan dasar militer dengan metode Tripola Dasar yang mencakup pembinaan sikap dan perilaku, peningkatan pengetahuan serta keterampilan, dan pembinaan jasmani. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
KDMP samarinda