Resmi Kembali ke Pemprov Kaltim, Mal Lembuswana Siap Rebranding Total Jadi Lifestyle Hub

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 09:22 WIB
Mall Lembuswana kini beralih pengelolaan oleh Perusda Kaltim dari sebelumnya dikelola swasta.
Mall Lembuswana kini beralih pengelolaan oleh Perusda Kaltim dari sebelumnya dikelola swasta.

SAMARINDA – Era baru pengoperasian Mal Lembuswana resmi dimulai. Pusat perbelanjaan tertua di jantung Kota Tepian itu kini sepenuhnya kembali ke pangkuan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim), seiring berakhirnya masa konsesi pengelolaan oleh PT Cipta Sumina Indah Satresna (CSIS) yang telah berjalan selama tiga dekade.

Prosesi penyerahan aset dan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) berlangsung khidmat di Atrium Mal Lembuswana, Jumat (7/8/2026). Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltim, Sri Wahyuni, hadir mewakili Gubernur Kaltim untuk menerima aset bangunan beserta fasilitas penunjangnya dari Direktur Utama PT CSIS, Edwar Marwih Sinanta.

Tak ingin membiarkan kawasan bisnis strategis ini vakum, Pemprov Kaltim langsung menunjuk BUMD PT Kaltim Melati Bhakti Satya (MBS) untuk mengambil alih pengelolaan awal selama satu tahun masa transisi. Penunjukan cepat yang disaksikan langsung oleh Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, ini ditujukan untuk menjaga ritme operasional sekaligus mempersiapkan rebranding total.

"Usianya sudah 30 tahun. Tentu perlu ada peremajaan, perubahan konsep, dan penguatan kawasan. Kita ingin transisi ini memperkuat peran Lembuswana sebagai pusat perekonomian, perdagangan, sekaligus ruang aktivitas masyarakat," ujar Sri Wahyuni. Di bawah kendali Pemprov Kaltim, Mal Lembuswana dirancang untuk bertransformasi menjadi lifestyle hub yang adaptif dengan tren masa kini. Kendati akan dipoles menjadi kawasan interaksi gaya hidup modern, Pemprov Kaltim menjamin keberadaan pedagang atau tenant lama tidak akan tersingkir.

Skema insentif berupa keringanan biaya sewa disiapkan khusus bagi para pelaku usaha legendaris yang sebagian besar kini telah memasuki generasi kedua."Ini sudah masuk generasi kedua. Kita berikan apresiasi dalam bentuk skema keringanan biaya sewa. Di saat yang sama, kita lakukan layouting ulang karena demand brand-brand nasional besar yang ingin masuk juga tinggi," ungkap Sri.

Guna menjaring potensi terbaik, Pemprov Kaltim juga membuka mekanisme beauty contest bagi para investor baru yang berminat menggarap potensi bisnis jangka panjang di kawasan tersebut.Masa pengelolaan PT CSIS selama 30 tahun diakui menyisakan dinamika yang tak mudah, terutama saat dihantam pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu. Direktur Utama PT CSIS, Edwar Marwih Sinanta, mengungkapkan tantangan berat yang sempat dialami pihaknya di akhir masa konsesi.

"Jujur, di masa saya malah lebih banyak merasakannya rugi. Dua sampai tiga tahun ekonomi lumpuh total akibat pandemi. Tapi komitmen kami saat itu, sewa tenant dibantu keringanan dan tidak ada pemotongan gaji karyawan," aku Edwar.

Kendati masa kontraknya telah usai, PT CSIS memberi sinyal tidak akan tinggal diam jika Pemprov Kaltim kembali membuka lelang pengelola baru. Edwar mengaku sudah mengantongi cetak biru (blueprint) segar untuk merombak total Mal Lembuswana menjadi kawasan modern bergaya Central Park Jakarta yang memadukan konsep indoor dan semi-outdoor 24 jam.

"Samarinda butuh konsep lifestyle. Bangunan 30 tahun ini butuh facelift total pada fasad dan interiornya. Integrasi mal, area outdoor, hiburan, dan hotel bintang empat atau lima di lokasi se-strategis ini akan jadi nilai tambah yang luar biasa," pungkas Edwar optimis. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
mal lembuswana