Pemprov Kaltim Resmi Ambil Alih Mall Lembuswana Setelah 30 Tahun, Jadi Apa Setelah Dikelola Perusda?

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 06:21 WIB
Serah terima pengelolaan mal Lembuswana.
Serah terima pengelolaan mal Lembuswana.

 

SAMARINDA — Setelah tiga dekade menjadi saksi bisu perkembangan Kota Samarinda, kawasan Mall Lembuswana kini resmi kembali ke pangkuan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Prosesi serah terima aset dari PT Cipta Sumina Indah Satresna (CSIS) yang berlangsung pada Jumat (7/8/2026) tersebut memungkas perjalanan panjang pengelolaannya, sekaligus membuka babak baru bagi salah satu ikon pusat perbelanjaan tertua di Kaltim.

Sejak berdiri pada tahun 1996, Mall Lembuswana bukan sekadar tempat berbelanja, melainkan panggung lahirnya gaya hidup swalayan modern di ibu kota Kalimantan Timur. Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, menegaskan bahwa peralihan ini sama sekali bukan penanda redupnya kejayaan sang mal legendaris. Sebaliknya, momentum ini dinilai sebagai batu pijakan untuk memantik kembali denyut nadinya.

"Kita tidak ingin sejarah Mall Lembuswana menjadi redup karena transisi pengelolaan. Justru ini menjadi awal untuk menghidupkan kembali perannya sebagai pusat perdagangan, pusat aktivitas masyarakat, sekaligus penggerak ekonomi Kalimantan Timur," tutur Sri di tengah prosesi serah terima.

Wajah Baru di Tangan BUMD

Melangkah ke depan, Pemprov Kaltim memercayakan nahkoda pengelolaan Mall Lembuswana kepada Perusahaan Daerah Melati Bhakti Satya—atau PT Kaltim Melati Bhakti Satya (KTMBS). Di tangan BUMD ini, kawasan mal direncanakan mengalami revitalisasi total. Konsepnya tak lagi sebatas pusat perbelanjaan konvensional, melainkan ruang publik yang dinamis dengan porsi lebih besar untuk aktivitas komunitas, acara keluarga, hingga ruang hiburan modern.

Menariknya, di usianya yang menginjak 30 tahun, daya tarik Mal Lembuswana terbukti belum luntur. Kepercayaan para pelaku usaha besar masih terpatri kuat. Sejumlah nama besar seperti Matahari Department Store, Foodmart, Gramedia, Sports Station, KFC, hingga Bank Kaltimtara, BRI, dan Panin Bank telah mengonfirmasi komitmen mereka untuk terus bertahan.

Guna memperkuat magnetnya, Pemprov Kaltim dan KTMBS kini tengah gencar melakukan penjajakan dengan deretan brand nasional terkemuka. Mulai dari CGV Cinema, AZKO, Informa, Mr. DIY, Solaria, J.CO, Pizza Hut Group, hingga kedai kopi kekinian seperti Kopi Kenangan dan Fore Coffee dijajaki untuk mengisi ruang-ruang di mal tersebut.

"Di usia ke-30 tahun, Mall Lembuswana ternyata masih memiliki daya tarik. Ini menjadi modal besar untuk menghadirkan new era sehingga kembali menjadi pusat aktivitas dan destinasi favorit masyarakat," tambah Sri optimis.

Perjalanan tiga dekade tentu meninggalkan jejak kemitraan yang mendalam. Direktur Utama PT CSIS, Edward Sinanta Marwin, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemprov Kaltim atas sinergi yang terjalin sejak pertengahan era 90-an. Baginya, Mall Lembuswana telah berhasil menjalankan perannya sebagai penggerak roda ekonomi Samarinda, membuka ribuan lapangan kerja, serta menjadi tempat terciptanya kenangan bagi banyak keluarga.

"Kami menyerahkan kembali aset ini kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dengan harapan dapat terus dikembangkan, sehingga kembali menjadi pusat perbelanjaan yang ramai dan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat," ujar Edward.

Prosesi bersejarah ini diakhiri dengan penandatanganan berita acara serah terima aset dari PT CSIS kepada Pemprov Kaltim, yang dilanjutkan dengan penyerahan hak pengelolaan secara formal kepada PT KTMBS. Momen tersebut resmi menandai dimulainya langkah awal menuju era baru Mall Lembuswana. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
mal lembuswana