Ancaman Intrusi Garam di Sungai Mahakam, Perumdam Tirta Kencana Samarinda Siaga Stop Produksi

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 11:15 WIB
Sungai Mahakam
Sungai Mahakam
 

PROKAL.CO- Musim kemarau yang memicu minimnya curah hujan mulai berdampak serius terhadap debit air Sungai Mahakam. Penurunan debit air tawar tersebut memicu air laut merangsek masuk ke aliran sungai utama, yang berpotensi mengancam kualitas bahan baku air bersih bagi warga Kota Samarinda.

Perumdam Tirta Kencana Samarinda kini meningkatkan pengawasan ketat di sepanjang aliran sungai. Dari pemantauan lapangan terbaru, tanda-tanda masuknya air asin telah terdeteksi di kawasan Pendingin hingga muara Sangasanga, Kutai Kartanegara.

Manajer Produksi Perumdam Tirta Kencana, Agus Muamar, menegaskan bahwa pergerakan intrusi air laut ini diprediksi bisa merambat semakin jauh ke arah hulu apabila hujan tidak kunjung turun dalam satu hingga dua pekan ke depan.

“Terakhir kami mengecek ke daerah Muara Sungai Mahakam, di posisi Pendingin itu sudah ada tanda-tanda masuk. Dalam sehari dua hari ini informasi terbaru sudah ada masuk di muara Sangasanga,” jelas Agus.

Meskipun seluruh Instalasi Pengolahan Air (IPA) saat ini masih beroperasi normal, pihak Perumdam telah menyusun skenario darurat. Jika kadar klorida pada air sungai menyentuh angka ambang batas 250, proses produksi akan dihentikan sementara demi menjaga kualitas air yang didistribusikan ke masyarakat.

“Kalau intrusi air laut kadar kloridanya sudah mencapai 250, kemungkinan produksi akan stop dulu. Biasanya intrusi air laut masuk pada saat pasang sungai. Begitu sungai surut dan kadar klorida kembali turun di bawah 250, produksi akan segera diaktifkan kembali,” terangnya.

Agus membeberkan bahwa IPA Pulau Atas dan IPA Palaran diprediksi menjadi titik yang paling awal terdampak jika intrusi air garam merambat naik.

Tak hanya persoalan intrusi, kemarau juga berdampak pada menyusutnya debit air baku di anak-anak Sungai Mahakam yang terhubung ke Sungai Karang Mumus. Hal ini memicu penurunan kapasitas produksi pada IPA Bengkuring dan Bumi Sempaja, terutama saat kondisi sungai sedang surut.

Menghadapi situasi kekeringan ini, Perumdam Tirta Kencana mengimbau seluruh pelanggan dan warga Samarinda untuk mulai menghemat serta memprioritaskan penampungan air mandiri di rumah masing-masing sebagai langkah antisipasi.

“Mengantisipasi kondisi ini, kami mengimbau masyarakat untuk tetap menyediakan penampungan air di rumah masing-masing. Untuk saat ini pelayanan masih berjalan normal, meski ada penyesuaian penurunan debit di beberapa wilayah,” tutupnya. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
sungai mahakam