PROKAL.CO- Lahan mengering dan ancaman kebakaran yang meluas di sejumlah wilayah Kota Samarinda mulai memukul ketahanan fisik warga. Seiring membumbungnya kabut asap tipis yang menyelimuti Kota Tepian, grafik penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) merangkak naik tajam sepanjang pertengahan Agustus ini.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda kurun waktu 1 hingga 22 Agustus 2026, rata-rata penderita ISPA akut menembus angka 206,2 kasus per hari. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 22,8 persen jika dibandingkan dengan catatan sepanjang bulan Juli lalu.
"Yang penting sekarang diketahui ada peningkatan, sekitar 20 persen lebih. Tetapi kalau mengarah ke Kejadian Luar Biasa (KLB) belum," jelas Kepala Dinkes Samarinda dr Ismid Kosasih.
Meski ISPA tergolong penyakit musiman yang lazim ditemui, Ismid menekankan bahwa tren kenaikan pada bulan ini perlu diwaspadai secara khusus mengingat cuaca terik kemarau dan potensi paparan partikel asap membahayakan paru-paru warga.
"Keluhan yang datang ke puskesmas adalah ISPA. Kemungkinan peningkatan ini ada hubungannya dengan kabut asap dan kondisi lingkungan, tetapi belum bisa dikatakan secara pasti," tambahnya.
Dalam deretan sepuluh besar penyakit paling mendominasi di Samarinda selama kurun waktu tersebut, masalah pernapasan memegang porsi cukup besar. Tercatat ada 3.965 kasus pilek atau flu biasa, 2.731 kasus radang tenggorokan, dan 799 kasus ISPA murni. Selain pernapasan, Dinkes juga memantau ketat pergerakan kasus diare yang ikut naik tipis 1,4 persen menjadi rata-rata 36,2 kasus per hari, sementara penyakit kulit justru melandai turun 4,5 persen.
Menanggapi ancaman krisis kesehatan akibat musim kering ini, Dinkes Samarinda mengonfirmasi bahwa kesiapan puskesmas dan stok obat-obatan di seluruh wilayah masih berada dalam batas aman tanpa kekurangan fasilitas.
"Untuk sementara ketersediaan obat belum ada laporan kekurangan dari masing-masing puskesmas. Jadi masih dalam kondisi biasa. Yang penting kami tahu perkembangan lingkungan supaya bisa mengambil langkah cepat dari sisi kesehatan," tegas Ismid.
Masyarakat Samarinda diimbau untuk mulai membatasi aktivitas fisik di luar ruangan saat kabut asap menebal, mengenakan masker pelindung, serta segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala sesak atau gangguan pernapasan yang memberat. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co