Meriah! Pawai Kemerdekaan di Bayur Diikuti 251 Peserta, Bawa Satwa hingga Sayur Hasil Kebun Warga

Muhamad Yamin • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 08:27 WIB
Karnaval warga Bayur.
Karnaval warga Bayur.

PROKAL.CO, SAMARINDA – Suasana berbeda mewarnai perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Bayur, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda. Pawai Kemerdekaan digelar dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, Lapas Narkotika Samarinda hingga pengelola Rumah Ulin Arya.

Pawai yang berlangsung pada Minggu (23/8/2026) sore tersebut mengambil titik start dari Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda dan berakhir di halaman Rumah Ulin Arya.

Sebanyak 251 peserta ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari Lapas Narkotika Samarinda, masyarakat dan RT setempat, perguruan pencak silat, marching band atau drum band tingkat sekolah dasar, hingga kelompok kesenian.

Pengelola Rumah Ulin Arya, Shela Achmad mengatakan pawai tersebut digagas untuk memberikan hiburan sekaligus menghadirkan suasana perayaan kemerdekaan yang lebih dekat dengan masyarakat Bayur.

“Pawai Kemerdekaan ini kita namakan Desa Bayur karena fokusnya memang menghibur warga-warga Bayur. Mungkin tidak semuanya pernah masuk Rumah Ulin, jadi satwanya kita bawa keluar,” ucapnya diwawnacarai awak media.

Beragam satwa yang ada di Ruamh Ulin Arya turut dihadirkan dalam pawai. Di antaranya kuda yang ditunggangi peserta dengan mengenakan pakaian tokoh perjuangan seperti Jenderal Sudirman dan Bung Karno.

Selain itu, terdapat sejumlah jenis burung kakaktua, termasuk kakaktua asal Brasil dan Indonesia, serta ular yang dapat menjadi atraksi bagi masyarakat, khususnya anak-anak.

“Intinya kita mau menghibur warga Bayur,” katanya.

Menurut Shela, kegiatan tersebut merupakan inisiatif Rumah Ulin Arya dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat di kawasan Bayur. Kolaborasi juga dilakukan bersama Lapas Narkotika Samarinda.

“Kita koordinasi juga kolaborasi dengan Lapas Narkotika Samarinda karena di sini kan ada Lapas, ada Rumah Ulin dan berbagai elemen masyarakat. RT-RT semua kita libatkan,” jelasnya.

Ia mengatakan pawai tersebut sengaja dibuat dalam skala kecil terlebih dahulu. Menurutnya, kegiatan serupa belum banyak digelar di Samarinda sehingga Rumah Ulin Arya mencoba menghadirkannya di lingkungan Bayur.

“Kita melihat orang-orang Samarinda ini senang hiburan-hiburan seperti ini. Jadi kita bikin skop kecil dulu di Bayur,” ungkapnya.

Antusiasme masyarakat juga terlihat sepanjang jalur pawai. Shela memperkirakan lebih dari 500 orang memadati kawasan tersebut untuk menyaksikan rangkaian kegiatan.

Sementara itu, Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda, Puang Dirham mengatakan keterlibatan jajarannya dalam pawai menjadi bagian dari upaya Lapas untuk hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

“Alhamdulillah kegiatan pada hari ini Lapas terlibat pawai kemerdekaan bersama masyarakat lingkungan sekitar. Sesuai dengan amanah Pak Dirjen Pemasyarakatan, kita harus bermanfaat untuk masyarakat,” ujarnya.

Dalam pawai tersebut, Lapas juga membawa pesan edukasi kepada masyarakat untuk menjauhi narkoba. Banner berisi imbauan antinarkoba turut dibawa sepanjang kegiatan.

Tak hanya membawa pesan antinarkoba, jajaran Lapas juga membagikan sayur-mayur hasil perkebunan yang dikelola warga binaan kepada masyarakat, khususnya para lansia yang ditemui sepanjang jalur pawai.

Dari total 251 peserta, sekitar 100 orang di antaranya berasal dari Lapas Narkotika Samarinda.

Dirham berharap kegiatan tersebut dapat menjadi sarana mempererat hubungan antara Lapas dengan masyarakat sekaligus mengenalkan berbagai program pembinaan yang dilakukan di dalam Lapas.

“Pesan yang ingin disampaikan yang terpenting adalah masyarakat menghindari narkoba sehingga overkapasitas di Lapas tidak terjadi,” katanya.

Selain itu, masyarakat juga diperkenalkan dengan hasil pembinaan warga binaan, seperti kegiatan perkebunan dan pembinaan lainnya, yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. (")

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
samarinda