Dikejar Batas Waktu 31 Agustus, 700 Pedagang Pasar Pagi Samarinda Belum Huni Kios Baru

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 08:03 WIB

Aktivitas di Pasar Pagi Samarinda yang masih menyisakan ratusan pedagang belum masuk.

Aktivitas di Pasar Pagi Samarinda yang masih menyisakan ratusan pedagang belum masuk.

 

SAMARINDA — Ratusan lapak di lokasi baru Pasar Pagi Samarinda terpantau masih kosong melompong. Mendekati tenggat waktu penataan pada 31 Agustus, Dinas Perdagangan Kota Samarinda mencatat sedikitnya 700 pedagang belum juga memindahkan aktivitas jalannya ke tempat yang telah disediakan.

Kendati batas waktu kian mendesak, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memastikan tidak akan langsung mengambil tindakan sepihak atau menggusur paksa para pedagang. Pemkot kini tengah menyusun Tim Gabungan Lintas Instansi guna mengkaji serta mengawal proses pemindahan tersebut.

"Timnya sudah mulai berjalan, tinggal pengajuan ke Pak Wali Kota untuk ditandatangani. Tim ini bukan lagi dari Dinas Perdagangan saja, tapi tim kota," ungkap Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda, Nurrahmani.

Tim gabungan tersebut akan melibatkan jajaran Satpol PP, Inspektorat, Bagian Aset, hingga Bagian Hukum Pemkot Samarinda. Tim ini bertugas melacak rekam jejak pendataan sejak awal, meneliti kendala di lapangan, serta merumuskan opsi kebijakan yang memperhitungkan stabilitas ekonomi warga.

"Kita tidak bisa langsung tarik atau tertibkan begitu saja. Sinyal batas waktu 31 Agustus diberikan agar pedagang bersiap. Namun sebelum mengambil tindakan, kami tentu berdiskusi dulu dengan tim, mendengar pandangan dari Satpol PP, Inspektorat, hingga bagian hukum," tambah pejabat yang akrab disapa Yama tersebut.

Saat ini proses verifikasi dan validasi data pedagang masih terus bergulir di lapangan. Pemkot Samarinda mencatat angka pedagang yang belum masuk mulai menunjukkan tren penurunan seiring pendekatan persuasif yang gencar dilakukan petugas. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Pasar Pagi Samarinda