Empat Kebakaran Lahan Terjadi Sehari di Samarinda, Puluhan Hektare Terancam Api

Indra Zakaria • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 15:15 WIB
Pemadaman lahan terbakar di Samarinda.
Pemadaman lahan terbakar di Samarinda.

PROKAL.CO, SAMARINDA – Kebakaran lahan terjadi di sejumlah wilayah Kota Samarinda, Kalimantan Timur, dalam satu hari, Senin (31/8/2026). Sedikitnya empat titik kebakaran dilaporkan muncul di Kecamatan Samarinda Utara, Palaran, dan Sambutan.

Kebakaran terbesar terjadi di Jalan Usaha Tani Betapus, RT 24, Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara. Api membakar sekitar tiga hektare lahan bekas persawahan yang telah ditumbuhi semak belukar dan ilalang kering.

Kobaran api dilaporkan mulai terlihat sekitar pukul 12.00 WITA. Proses pemadaman berlangsung hingga sore hari dan melibatkan kepolisian, Satpol PP, aparat kelurahan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta relawan.

Kondisi medan yang sulit dijangkau dan angin kencang sempat menyebabkan api cepat merambat ke area lain. Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.20 WITA dan petugas melanjutkan proses pendinginan.

Pada hari yang sama, kebakaran lahan juga terjadi di kawasan Gunung Tangga, Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara. Api diketahui muncul sekitar pukul 13.30 WITA dan dilaporkan warga melalui layanan Call Center 110.

Personel Satuan Samapta Polresta Samarinda kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan dan membantu koordinasi penanganan bersama petugas pemadam kebakaran.

Kebakaran lainnya terjadi di Jalan Irigasi, Kelurahan Handil Bakti, Kecamatan Palaran. Api diperkirakan membakar sekitar satu hektare lahan.

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun kepolisian, kebakaran diduga bermula dari aktivitas pembakaran sampah oleh seorang remaja berusia 17 tahun di sekitar kandang kambing. Api kemudian membesar dan merambat ke lahan di sekitarnya.

Petugas mengamankan remaja tersebut untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Proses pemadaman sempat terkendala akses menuju lokasi dan terbatasnya sumber air.


Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kebakaran diduga bermula saat seorang remaja berinisial R, membakar sampah di sekitar area kandang kambing pada sekitar pukul 16.00 WITA.

Setelah membakar sampah, yang bersangkutan meninggalkan lokasi untuk mencari pakan kambing. Saat ditinggalkan, pembakaran sampah masih berlangsung di sekitar area kandang.

Beberapa waktu kemudian, setelah kembali ke lokasi, R melihat asap tebal dan kobaran api yang telah membesar serta mulai merambat ke area sekitar. Melihat kondisi tersebut, masyarakat kemudian berupaya melakukan penanganan awal dan menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk meminta bantuan. 

Proses pemadaman masih menghadapi kendala berupa akses menuju titik api yang cukup sulit dijangkau serta terbatasnya pasokan air di sekitar lokasi. Petugas bersama unsur terkait dan relawan terus melakukan upaya pemadaman guna mencegah api meluas ke area lainnya.

Dalam penanganan kejadian tersebut, petugas juga mengamankan seorang saksi berinisial Rifki (17) serta seorang terduga pelaku berinisial R (17). Keduanya kemudian dibawa ke Polsek Palaran untuk menjalani proses pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut.

Lebih lanjut, kebakaran lahan juga dilaporkan terjadi di Jalan Kuburan, RT 02, Kecamatan Sambutan, pada malam hari. Kobaran api diperkirakan membakar sekitar satu hektare lahan milik warga.

Kebakaran di Jalan Kuburan diketahui setelah warga setempat melihat adanya kobaran api yang membakar area lahan. Api kemudian semakin membesar sehingga warga meminta bantuan Ketua RT 02, Jumran. 

Karena kobaran api terus meluas dan warga khawatir untuk melakukan pemadaman secara mandiri, Ketua RT kemudian meminta bantuan kepada personel kepolisian, pemadam kebakaran, BPBD, dan relawan.

"Berdasarkan keterangan Ketua RT 02, Jumran, lahan yang terbakar diketahui merupakan milik seorang warga bernama David. Namun, pemilik lahan tidak berada di lokasi saat kejadian berlangsung," jelas Kapolres Samarinda Kombes Pol Hendri Umar melalui Kasi Humas Ipda Arie Soeharyadi. 

Untuk padamkan api di Sambutan, petugas gabungan dari kepolisian, pemadam kebakaran, BPBD, dan relawan dikerahkan ke lokasi. Minimnya sumber air menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman sebelum api akhirnya berhasil dikendalikan dan memasuki tahap pendinginan.

Hingga kini, penyebab kebakaran di sejumlah lokasi, yakni Bentuas, Betapus dan Sambutan masih dalam pendalaman. Khusus di Palaran yang telah mengarah pada dugaan aktivitas pembakaran sampah.

Tidak ada laporan korban jiwa dalam rangkaian kebakaran tersebut. Kepolisian mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan dan tidak melakukan aktivitas pembakaran di area terbuka, terutama saat kondisi vegetasi mengering. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
karhutla