PROKAL.CO, SAMARINDA - Kebakaran lahan di kawasan sawah wisata Betapus, Kecamatan Palaran, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, meluas hingga sekitar 20,5 hektar. Kebakaran yang berlangsung selama dua hari itu berhasil dikendalikan pada Minggu (6/9/2026) malam setelah petugas dan relawan pemadam mengepung api dari sejumlah sisi.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda Suwarso mengatakan, kebakaran terjadi pada Sabtu (5/9/2026) dan kembali meluas pada Minggu. Hingga Senin (7/9/2026), tidak ditemukan lagi titik api di lokasi tersebut.
”Hari Sabtu itu kebakarannya mulai jam 5 sore sampai jam 3 subuh. Itu baru masih belum dipadamkan maksimal,” kata Suwarso, Senin saat meninjau lokasi kebakaran di Betapus.
Menurut dia, kebakaran kembali terjadi pada Minggu sekitar pukul 12.00 Wita hingga pukul 21.00 Wita. Api kemudian berhasil dikendalikan setelah petugas dan relawan melakukan pemadaman dari beberapa sisi. ”Tadi malam itu bersyukurnya kita dibantu para relawan Damkar mengepung dari beberapa sisi sehingga sekitar jam 9 atau pukul 21 itu selesai,” ujar Suwarso.
Terbesar tahun ini
Suwarso menyebutkan, kebakaran lahan di Betapus menjadi kejadian dengan luasan terbesar yang ditangani BPBD Samarinda sepanjang tahun ini. Berdasarkan data terakhir, terdapat sekitar 176 kejadian kebakaran lahan di Kota Samarinda.
”Dulu sempat terbesar tuh di daerah Bantuas kurang lebih 10 hektar, tapi ini ternyata di sini ada 20,5 hektar Betapus ini,” katanya.
Meski api telah padam, BPBD tetap mewaspadai kemungkinan munculnya kembali titik api. Kondisi lahan yang kering dan potensi angin kencang menjadi perhatian dalam penanganan kebakaran lahan.
Sebelumnya, kebakaran lahan di kawasan sawah wisata Betapus dilaporkan terjadi pada Minggu sore. Api dengan cepat merembet ke rumputan kering akibat tiupan angin kencang. Asap pekat menyebar ke permukiman warga dan mengganggu jarak pandang di jalan.
Petugas dan relawan pemadam juga menghadapi kendala dalam menjangkau lokasi kebakaran. Area yang terbakar hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki lebih dari 500 meter, sementara sumber air tidak tersedia di sekitar lokasi.
Wakil Wali Kota Samarinda Saefudin Zuhri mengatakan, penanganan cepat diperlukan untuk mencegah kebakaran meluas hingga ke permukiman warga. ”Ini kalau enggak gercep itu kan memprihatinkan sampai nanti daerah ke tempat perkampungan,” kata Saefudin.
Ia menyampaikan apresiasi kepada BPBD, relawan pemadam kebakaran, serta pihak terkait yang terlibat dalam penanganan kebakaran lahan tersebut. ”Maka dari itu saya ucapkan atas nama Pemerintah Kota Samarinda teman-teman relawan dan BPBD dan semuanya yang terkait PU dan sebagainya, terima kasih,” ujarnya.
Saefudin mengajak seluruh pihak untuk terus memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama dalam menghadapi potensi bencana kebakaran lahan yang masih mengancam Samarinda. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co