Jaga Ikon Kota Samarinda, Satpol PP Preteli Banner Berbaut Hingga Bongkar Jembatan Kayu Ilegal

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 06:30 WIB
Petugas Satpol PP membongkar jembatan kayu disamping Pasar Pagi yang menimbulkan kesan kumuh. (rin)
Petugas Satpol PP membongkar jembatan kayu disamping Pasar Pagi yang menimbulkan kesan kumuh. (rin)

SAMARINDA — Pemkot Samarinda tak main-main menjaga estetika wajah kota. Agar proyek penataan yang sudah tuntas tidak terkesan sia-sia, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Samarinda kini memperketat pengawasan dan pasang mata di berbagai titik vital yang menjadi ikon kota.

Langkah tegas ini dibuktikan lewat penertiban maraton yang digelar pada Senin (7/9/2026). Menyisir area Kompleks Citra Niaga, petugas dibuat geram oleh ulah sejumlah pemilik usaha yang seenaknya mencaplok trotoar. Selain menaruh bangku pengunjung hingga mempersempit akses pejalan kaki, petugas menemukan banner promosi yang dipasang ekstrem.

“Bahkan ada yang kami temukan diletakkan di trotoar, kemudian dipasangi baut. Susah dibongkar, seperti permanen,” cetus Kepala Satpol PP Kota Samarinda, Anis Siswantini.

Pembersihan berlanjut ke kawasan Teras Samarinda II dan Pasar Pagi. Di samping bangunan Pasar Pagi yang berdiri megah di Jalan Gadjah Mada, petugas menemukan jembatan kayu ilegal yang melintang di atas anak sungai. Jembatan yang disinyalir menjadi jalur pintas warga itu dinilai merusak pemandangan dan langsung dieksekusi di tempat.

“Jembatan kayu ini sempat jadi perhatian Pak Wali Kota, karena kesannya jadi kumuh. Bayangkan ada bangunan megah, di sampingnya malah terlihat kumuh. Langsung kami bongkar,” tegas Anis.

Anis memastikan tindakan tegas ini bukan sekadar gertakan sesaat. Pasukan penegak perda akan disiagakan secara rutin di titik-titik strategis untuk menjamin kenyamanan publik serta kerapian ruang kota.

“Di beberapa lokasi yang jadi ikon kota, memang kami melakukan patroli rutin. Bahkan kami ada menempatkan anggota untuk mengawasi, guna mencegah hal tak diinginkan,” tandas Anis. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
samarinda