Ancaman Bahaya Kabut Asap Karhutla! Pengamat Pendidikan Desak Sekolah di Kaltim Segera Terapkan PJJ

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 09:00 WIB
Kabut asap menerpa Balikpapan.
Kabut asap menerpa Balikpapan.

SAMARINDA — Kepungan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu lonjakan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) hingga kategori sangat tidak sehat kian mengancam kesehatan para pelajar di Kalimantan Timur. Menyikapi situasi darurat ini, pengamat pendidikan dari Universitas Widya Gama Mahakam (UWGM) Samarinda, Muhammad Ikhsan, mendesak pemerintah daerah dan dinas terkait untuk segera menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Ikhsan menegaskan bahwa anak-anak, terutama siswa sekolah dasar (SD), berada pada posisi paling rentan terhadap paparan polusi pekat yang dapat memicu gangguan pernapasan akut.

“Ambang batas sudah terpenuhi untuk kualitas sangat buruk, sudah harus segera, apalagi kepada sekolah-sekolah yang terkhusus kelompok rentan,” ujar Ikhsan.

Menurutnya, pengalihan skema belajar dari tatap muka ke metode daring bukanlah hal yang asing bagi dunia pendidikan Indonesia. Pengalaman berharga saat menghadapi pandemi Covid-19 telah membentuk mentalitas dan infrastruktur dasar yang cukup baik bagi guru maupun siswa.

“Kita sudah pernah melewati masa-masa Covid, jadi saya kira PJJ ini sudah tidak asing lagi. Untuk PJJ sendiri bukan kendala utama tentunya untuk proses pembelajaran tanpa mengurangi kualitas,” tuturnya.

Meski begitu, ia mengingatkan para tenaga pendidik untuk tidak sekadar berfokus pada kesiapan gawai dan internet, melainkan juga mengasah kembali kemampuan pedagogis digital agar proses belajar mengajar tetap interaktif dan tidak membosankan.

Uniknya, Ikhsan menyarankan agar bencana karhutla yang tengah terjadi ini diangkat menjadi materi pelajaran kontekstual bagi para murid.

“Itu sebenarnya bisa jadi bahan ajar sendiri. Kejadian karhutla bisa dijadikan bahan ajar untuk melatih kepada siswa bagaimana ekosistem gambut, kebakaran hutan, menjaga kesehatan, memakai masker,” imbuhnya.

Ia optimistis skema PJJ kali ini tidak akan memicu kejenuhan atau penurunan mutu pendidikan secara drastis mengingat durasi bencana karhutla cenderung lebih singkat ketimbang masa darurat pandemi.  Oleh karena itu, Ikhsan meminta dinas pendidikan setempat bergerak cepat memantau indikator kualitas udara serta mengutamakan keselamatan jiwa anak didik di atas segalanya. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
samarinda