Helikopter Water Bombing Mulai Operasi Padamkan Kebakaran Lahan di Samarinda, Ini Kata Wali Kota

Muhamad Yamin • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 21:28 WIB
Heli water bombing ambil air untuk padamkan api di Samarinda.
Heli water bombing ambil air untuk padamkan api di Samarinda.

 

PROKAL.CO, SAMARINDA — Pemerintah Kota Samarinda mulai mengoperasikan helikopter water bombing bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mendukung penanggulangan kebakaran lahan di tengah kemarau panjang dan kekeringan.

Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan, pengoperasian helikopter tersebut merupakan bagian dari upaya kesiapsiagaan pemerintah menghadapi berbagai dampak kekeringan, termasuk kebakaran lahan dan kabut asap.

“Sejak awal kabut telah terjadi, sebagaimana kami sampaikan sebelumnya bahwa Samarinda langsung siaga terhadap semua potensi dampak dari kemarau panjang dan kekeringan ini,” kata Andi Harun saat meninjau pengoperasian helikopter water bombing BNPB di eks Bandara Temindung, Selasa (8/9/2026).

Menurut Andi Harun, pemerintah telah melakukan sejumlah langkah antisipasi, mulai dari menyiagakan pemadam kebakaran hingga patroli bersama TNI dan Polri. Pemerintah juga telah berkomunikasi dengan BNPB terkait rencana operasi modifikasi cuaca.

Namun, meningkatnya volume kebakaran lahan semak kering dalam dua pekan terakhir mendorong Pemkot Samarinda mengajukan permohonan bantuan tambahan kepada BNPB.

“Dalam dua minggu terakhir ini ada volume kebakaran lahan semak kering yang meningkat. Baik yang secara penyidikan pihak Polri itu ada unsur kesengajaan maupun karena sebab lain,” ujar Andi Harun.

Ia mengatakan, permohonan bantuan tersebut akhirnya dikabulkan BNPB. Helikopter water bombing kemudian mulai diterbangkan untuk menjadi bagian dari operasi kesiapsiagaan penanggulangan kebakaran lahan di Kota Samarinda.

Operasi Perdana di Bantuas

Andi Harun menjelaskan, operasi perdana helikopter dilakukan di kawasan Bantuas. Helikopter akan mengambil air dari void di wilayah tersebut untuk kemudian digunakan dalam pemadaman kebakaran lahan.

“Operasi pertama pada hari ini adalah ke daerah Bantuas. Nanti airnya diisi di daerah Bantuas, di void di sana,” katanya.

Operasi direncanakan berlangsung hingga menjelang matahari terbenam. Helikopter diperkirakan kembali mendarat sekitar pukul 18.00 Wita. Setelah operasi, Pemkot Samarinda akan melakukan evaluasi bersama BNPB, termasuk Albertus dan tim BNPB, serta unsur TNI dan Polri yang terlibat di lapangan.

Andi Harun menegaskan, penanggulangan kebakaran lahan dilakukan melalui kerja sama lintas sektor atau pentaheliks. Ia juga mengajak pihak swasta untuk turut berpartisipasi dalam upaya mengurangi dampak kekeringan dan kemarau panjang.

“Ini upaya maksimal pemerintah yang kita lakukan secara pentaheliks. Tinggal kita juga memohon partisipasi pihak swasta agar ikut sama-sama berperan dalam penanggulangan semua dampak akibat kekeringan dan kemarau panjang ini, khususnya di Kota Samarinda,” tuturnya.

Andi Harun mengatakan, operasi water bombing tidak hanya ditujukan untuk satu lokasi. Seluruh wilayah Kota Samarinda akan menjadi bagian dari pemetaan operasi penanggulangan kebakaran lahan.

Pernyataan itu disampaikan ketika ditanya mengenai kemungkinan pengoperasian helikopter di lokasi lain, seperti Betapus.

“Pada prinsipnya di semua area di Kota Samarinda akan menjadi peta operasi. Oleh sebab itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah kita melekat terus dengan BNPB,” kata Andi Harun.

Ia menambahkan, koordinasi antara BPBD Samarinda, BNPB, TNI, dan Polri akan terus dilakukan untuk menyesuaikan operasi dengan kondisi kebakaran di lapangan. (adv/diskominfos,d/i)

Editor : Indra Zakaria
samarinda