SAMARINDA — Warga di kawasan Jalan Nusyirwan Ismail (Ring Road II), Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu, dibuat mencekam pada Selasa (8/9/2026) siang. Kebakaran lahan dahsyat tiba-tiba berkobar di belakang sebuah musala setempat, dengan lidah api yang hanya berjarak sekitar 20 meter dari deretan rumah warga.
Kobaran api pertama kali terlihat membumbung sekitar pukul 12.00 WITA. Disapu cuaca terik dan angin, api merambat cepat membelah dua sisi lahan. Kepanikan tak terelakkan merayapi warga sekitar yang menyaksikan jago merah terus mendekati tempat tinggal mereka.
"Pas apinya mulai besar, kami cukup khawatir dan panik. Takutnya api menjalar ke arah rumah, apalagi jaraknya sangat dekat. Kami berharap cepat dipadamkan agar tidak mengancam permukiman," ungkap Irwan (32), salah seorang warga setempat.
Menerima laporan darurat dari penghuni perumahan, tim gabungan penanggulangan bencana langsung menerjunkan armada ke lokasi kejadian. Koordinator Pengawas Bencana Wilayah (PBW), Joko Supriyanto, mengonfirmasi bahwa kebakaran melanda dua titik lahan sekaligus di sisi kanan dan kiri.
"Informasi kami dapat langsung dari warga. Kejadiannya ada di dua titik yang menyebar ke kanan dan kiri, bermula dari belakang musala. Lokasi ini tercatat sudah dua kali mengalami kebakaran," terang Joko di lokasi kejadian.
Guna memetakan area yang terdampak, petugas menerbangkan drone pemantau. Hasil analisis udara menunjukkan area terbakar di masing-masing sisi mencapai setengah hektare, sehingga total lahan yang hangus diperkirakan seluas satu hektare.
Tim gabungan dari BPBD Kota Samarinda dengan dukungan personel Kodim bergerak cepat melakukan pemadaman dan pembasahan intensif. Dua unit mobil tangki serta satu unit armada pemadam dikerahkan untuk memblokir pergerakan api agar tidak mengarungi jarak 20 meter tersisa menuju rumah warga.
Dari hasil pengamatan awal di lapangan, Joko menyebut belum ada indikasi unsur kesengajaan dalam musibah ini dan murni dipicu oleh vegetasi lahan yang mengering akibat cuaca ekstrem.
"Kalau kami pantau di lapangan, tidak ada indikasi disengaja. Penyebab utama karena kondisi hari yang sangat panas. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas pemicu api. Jika melihat ada asap atau titik api, segera laporkan agar bisa langsung kami tangani sebelum membesar," pungkasnya. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co