Kepungan Asap Mencekam di Perum Korpri: Kobaran Api Merambat Cepat hingga Pulau Atas dan Makroman

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 07:20 WIB
Perumahan Korpri yang ada di Jalan Sultan Sulaiman, Pelita 8, Kelurahan Pulau Atas, Kecamatan Sambutan, dikepung kabut asap akibat kebakaran laham.
Perumahan Korpri yang ada di Jalan Sultan Sulaiman, Pelita 8, Kelurahan Pulau Atas, Kecamatan Sambutan, dikepung kabut asap akibat kebakaran laham.

SAMARINDA — Kepanikan melanda warga Perumahan Korpri di Jalan Sultan Sulaiman, Pelita 8, Kelurahan Pulau Atas, Kecamatan Sambutan. Kebakaran lahan yang mengganas pada Kamis siang membuat kepulan asap putih hingga hitam membumbung tinggi, menyelimuti kawasan permukiman dan merambat cepat ke wilayah Pulau Atas hingga Makroman.

Musibah yang melahap semak belukar di belakang rumah warga ini pertama kali disadari oleh penghuni setempat sejak pagi hari. Salah seorang warga Perumahan Korpri, Nur Muthaharah (52), menceritakan detik-detik awal saat dirinya melihat kemunculan titik api. "Saya lihat dari luar, asapnya naik. Saya langsung lari melihat api," kata Nur.

Meski awalnya kobaran api masih berukuran kecil, posisi kebakaran yang berada tepat di belakang permukiman membuat Nur bergerak cepat melaporkannya ke ketua RT setempat. Ia mengungkapkan bahwa musibah kebakaran lahan di kawasan tersebut bukanlah hal baru. "Kalau yang ini, api terus jalan. Yang di belakang ini sudah dua kali," ujar Nur. Mengenai pemicu kebakaran, ia enggan berspekulasi lebih jauh. "Saya tidak menuduh, cuma curiga. Saya tidak mau menyebut orangnya," tuturnya.

Laporan insiden ini diterima oleh BPBD Kota Samarinda menjelang tengah hari. Staf Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Samarinda, Maulana, menjelaskan bahwa titik api terdeteksi berada di belakang Blok C2. "Begitu menerima informasi dari masyarakat, kami langsung merespons kejadian kebakaran hutan dan lahan," ujar Maulana.

Maulana menegaskan bahwa karakter vegetasi serta kondisi cuaca menjadi pemicu utama cepatnya sebaran api. "Asapnya luar biasa. Ada asap putih dan hitam. Arah anginnya juga membuat asap cepat menyebar," kata Maulana. Mengingat jarak ancaman yang sangat dekat dengan area perumahan, petugas langsung mengambil tindakan cepat untuk mengamankan warga. "Untuk rumah yang berpenghuni, kami arahkan evakuasi mandiri dan berkumpul di bundaran perumahan. Di sana fasilitasnya cukup memadai, termasuk oksigen apabila ada warga yang terlalu banyak menghirup asap," jelasnya.

Upaya penjinakan si jago merah melibat sinergi dari tim pemadam, relawan, serta Info Taruna Samarinda (ITS). Namun, petugas di lapangan harus berhadapan dengan medan yang terjal dan minimnya pasokan air. "Kendalanya sumber air lumayan jauh. Kondisi daerah juga banyak semak belukar sehingga menyulitkan teman-teman melakukan pemadaman," pungkas Maulana. Hingga sore hari, petugas gabungan terus berjibaku di lapangan demi menahan laju api agar tidak merembet ke permukiman warga lainnya.

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
makroman samarinda