Samarinda Dikepung Kemarau Panjang, Wali Kota Andi Harun Kerahkan Strategi 'Serbu' Lintas Sektor

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 21:13 WIB
Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) resmi digulirkan pada 15–19 September 2026 di Samarinda. Misi penyemaian awan ini terbang di ketinggian 8.000 hingga 12.000 kaki dengan waktu operasi pukul 07.00–20.00 WITA.
Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) resmi digulirkan pada 15–19 September 2026 di Samarinda. Misi penyemaian awan ini terbang di ketinggian 8.000 hingga 12.000 kaki dengan waktu operasi pukul 07.00–20.00 WITA.

SAMARINDA — Pemerintah Kota Samarinda menetapkan posisi siaga penuh untuk memukul mundur ancaman kekeringan yang mulai membayangi wilayahnya. Tidak ingin kecolongan, Pemkot Samarinda langsung mengintegrasikan kekuatan fisik, teknologi penyemaian awan, hingga ikhtiar spiritual untuk melindungi warga dari krisis air dan kebakaran lahan.

Langkah masif ini melibatkan sinergi ketat antara Pemkot, TNI-Polri, BNPB, BMKG, serta deretan organisasi relawan. Berbagai upaya ditempuh secara simultan, mulai dari pembentukan Satgas Terpadu, distribusi air bersih, perlindungan kawasan pertanian, pengendalian inflasi daerah, pelaksanaan Salat Istisqa, aksi water bombing, hingga penerbangan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Wali Kota Samarinda Andi Harun menegaskan bahwa pemerintahannya menolak pola penanganan yang parsial. Ia memastikan seluruh lini bergerak bersamaan agar kebutuhan dasar warga dan stabilitas ekonomi kota tetap terjaga.

"Kita menghadapi kemarau panjang dengan seluruh instrumen yang tersedia," kata Andi Harun. "Satgas terpadu kita gerakkan untuk Karhutla, distribusi air bersih, perlindungan pertanian, dan pengendalian inflasi. Kita melaksanakan Salat Istisqa sebagai ikhtiar spiritual, melakukan water bombing ketika dibutuhkan, dan sekarang memperkuat ikhtiar berbasis teknologi melalui Operasi Modifikasi Cuaca."

Ia menambahkan bahwa langkah cepat ini merupakan bentuk kesiapsiagaan nyata sejak dini, bukan respons yang baru muncul setelah bencana meluas.

"Pemerintah harus bekerja sejak dini untuk mencegah kemarau berkembang menjadi krisis air, kebakaran lahan, gangguan produksi pangan, maupun tekanan terhadap harga kebutuhan masyarakat," jelasnya.

Sebagai aksi nyata terkini, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) resmi digulirkan pada 15–19 September 2026. Misi penyemaian awan ini terbang di ketinggian 8.000 hingga 12.000 kaki dengan waktu operasi pukul 07.00–20.00 WITA. Koordinasi lintas udara juga telah dirancang matang bersama otoritas Bandara A.P.T. Pranoto, AirNav, dan Lanud Dhomber Balikpapan demi kelancaran NOTAM dan lalu lintas penerbangan.  Andi Harun mengingatkan bahwa OMC bukanlah jurus tunggal, melainkan salah satu simpul dari mata rantai mitigasi yang terus menyambung.

"Ikhtiar kita lengkap: manusia bekerja, teknologi digunakan, koordinasi diperkuat, dan kepada Allah SWT kita memohon pertolongan," tegas Andi Harun. "Pemerintah tidak boleh menunggu keadaan menjadi darurat baru kemudian bergerak."

Mengakhiri imbauannya, Wali Kota meminta seluruh warga Samarinda ikut mengambil peran aktif dengan menghemat air bersih, menghindari aktivitas pembakaran terbuka, menjaga sumber-sumber air di lingkungan masing-masing, serta segera melaporkan ke petugas jika menemukan adanya titik api.(adv/diskominfosmd/i)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
andi harun