PROKAL.CO- Harapan keluarga untuk menemukan MAR (7) dalam keadaan selamat akhirnya pupus. Bocah laki-laki yang sebelumnya dilaporkan hilang saat berenang di kolam bekas tambang batu bara kawasan Jalan Teluk Kedondong, RT 22, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara, ditemukan meninggal dunia pada Selasa (15/9/2026) malam.
Jasad MAR ditemukan sekitar pukul 19.17 Wita setelah warga bersama tim relawan melancarkan pencarian manual sejak sore hari. Korban ditemukan berada di dasar kolam dengan posisi tengkurap.
Helmi (41), salah satu warga yang terjun langsung melakukan pencarian, menceritakan detik-detik ditemukannya jasad korban. Ia menemukan MAR saat mencoba menyelam hingga ke dasar kolam yang minim visibilitas.
“Dari tadi sore, sekitar jam setengah lima kami cari. Pas saya menyelam di dasar, kaki saya sempat menginjak sesuatu. Setelah diraba, ternyata kakinya korban. Posisi tengkurap di bawah, kedalaman sekitar 2,5 meter,” terang Helmi.
Menurut Helmi, dasar kolam bekas tambang tersebut tidak dipenuhi lumpur tebal seperti yang diperkirakan, melainkan didominasi struktur pasir. Korban dievakuasi dalam kondisi tidak bernyawa tanpa mengenakan baju dan hanya memakai celana pendek.
Penemuan jasad korban dibenarkan oleh Pamapta III Polresta Samarinda, Aiptu Joko Wahyudi. Pihaknya menerima laporan terkait insiden anak tenggelam di danau yang diduga bekas tambang koridoran daerah Bayur tersebut sejak pukul 16.30 Wita dan langsung bergerak menuju lokasi kejadian.
“Petugas mendapati warga sudah berkerumun membantu pencarian manual. Korban berhasil ditemukan sekitar pukul 19.17 Wita dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dievakuasi ke rumah duka,” jelas Joko.
Di lokasi kejadian, kepolisian langsung mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus memberikan edukasi kepada warga serta kerabat korban yang hadir. Polisi meminta masyarakat untuk bijak dengan tidak menyebarkan foto atau video detik-detik evakuasi korban demi menjaga perasaan keluarga yang diselimuti duka mendalam.
“Kami ingatkan jangan ada yang mengambil video atau foto saat korban ditemukan, jaga perasaan keluarga agar tidak semakin larut dalam kesedihan,” tegasnya.
Peristiwa memilukan ini kembali menjadi alarm keras bagi masyarakat, khususnya para orang tua di Samarinda, agar lebih ketat mengawasi buah hati mereka dan melarang keras aktivitas bermain maupun berenang di kawasan lubang bekas tambang. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : sapos.co.id