Kualitas Udara Samarinda Sangat Tidak Sehat, Warga Diimbau Pakai Masker

Muhamad Yamin • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 17:44 WIB
Kabut asap selimuti Samarinda.
Kabut asap selimuti Samarinda.

​PROKAL.CO, SAMARINDA — Kualitas udara di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, memburuk secara drastis pada Rabu (16/9/2026) sore. Data pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat konsentrasi partikulat halus (PM_{2,5}) menyentuh angka 161,7 mikrogram per meter kubik (\mu g/m^3) pada pukul 15.00 WIB (16.00 WITA), yang menempatkan wilayah ini dalam kategori Sangat Tidak Sehat.

​Fluktuasi polusi udara di ibu kota Kalimantan Timur tersebut menunjukkan lonjakan yang tergolong ekstrem dalam kurun waktu beberapa jam. 

Relawan pemadam kebakaran, Jamal mengatakan pihaknya mengimbau masyarakat untuk memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan dikarenakan asap tebal menyelimuti kota Samarinda. 

'Untuk menjaga kesehatan dan menghindari dampak negatif terpapar asap tebal, kami imbau masyarakat kenakan masker untuk saat ini," jelasnya. 

Berdasarkan grafik riwayat pengukuran harian BMKG, tren konsentrasi PM_{2,5} di Samarinda sejak pagi hingga siang hari berada pada tingkat sedang.

​Antara pukul 08.00 hingga 09.00 WITA, level PM_{2,5} sempat berada di rentang Tidak Sehat (warna kuning). 

Lonjakan tersebut menurun pada kurun pukul 10.00 hingga 14.00 WITA dengan tingkat konsentrasi yang masuk dalam kategori Sedang (warna biru). Namun, kondisi memburuk tajam pada pukul 15.00 WITA saat indikator grafik berubah menjadi merah pekat.

​Partikulat halus PM_{2,5} merupakan partikel udara mikro berdiameter kurang dari atau sama dengan 2,5 mikrometer. 

Ukurannya yang sangat kecil membuat partikel ini rentan terhirup dan menembus sistem pernapasan hingga ke pembuluh darah, yang dapat memicu gangguan kesehatan serius pada paru-paru dan jantung. Tingkat polusi dengan konsentrasi melebihi 150,4 \mu g/m^3 mengindikasikan paparan polutan berbahaya bagi seluruh lapisan masyarakat, tidak terbatas pada kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan penderita penyakit respiratorik. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
samarinda