Tujuh HP Dilempar Keluar Saat Lapas Narkotika Bayur Dirazia, 30 Napi Jalani Tes Urine

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 09:08 WIB
Hasil dalam razia gabungan yang melibatkan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kaltim, Lapas Narkotika Bayur, Polresta Samarinda, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltim, Badan Narkotika Kota (BNK), TNI, dan polisi militer.
Hasil dalam razia gabungan yang melibatkan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kaltim, Lapas Narkotika Bayur, Polresta Samarinda, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltim, Badan Narkotika Kota (BNK), TNI, dan polisi militer.

 

PROKAL.CO, SAMARINDA — Tujuh telepon seluler ditemukan berserakan di luar blok hunian Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas II A, Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat (18/9/2026) malam. Telepon seluler itu diduga dibuang dari dalam blok melalui lubang ventilasi setelah warga binaan mengetahui petugas gabungan tengah melakukan razia.

Temuan tersebut menjadi salah satu hasil dalam razia gabungan yang melibatkan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kaltim, Lapas Narkotika Bayur, Polresta Samarinda, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltim, Badan Narkotika Kota (BNK), TNI, dan polisi militer.

Kepala Kanwil Ditjenpas Kaltim Yan Rusmanto mengatakan, petugas terlebih dahulu melakukan tes urine sebelum menggeledah blok dan kamar hunian. Sebanyak 50 warga binaan menjalani tes urine. Hasilnya seluruhnya negatif. Pemeriksaan secara acak juga dilakukan terhadap pegawai lapas dan seluruhnya dinyatakan negatif.

"Diawali dengan pelaksanaan tes urine pada 50 warga binaan. Alhamdulillah hasilnya semua negatif. Pegawai juga kami laksanakan tes urine secara acak dan hasilnya negatif," ujar Yan seusai razia. Setelah tes urine, petugas menyisir seluruh blok dan kamar hunian. Penggeledahan dilakukan untuk mencari barang yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban, terutama narkotika dan telepon seluler.

Namun, tidak ada telepon seluler yang ditemukan di dalam kamar. Sebanyak tujuh telepon seluler justru ditemukan di area luar blok hunian.  Yan menduga barang-barang tersebut sengaja dilempar keluar setelah warga binaan mengetahui petugas akan melakukan pemeriksaan.

"Mereka tahu ada pemeriksaan, maka handphone dibuang melalui sela udara. Petugas kami langsung lari ke belakang. Lalu ditemukan beberapa handphone dan juga barang lain," kata Yan. Menurut Yan, modus menyembunyikan telepon seluler di dalam kamar semakin sulit dilakukan karena tempat-tempat seperti bawah tempat tidur atau sela pakaian relatif mudah diperiksa petugas.

Karena itu, telepon seluler diduga dipindahkan ke lokasi di luar kamar melalui lubang ventilasi. "Biasanya barang ini disimpan di bawah tempat tidur atau di sela pakaian. Memang terlalu mudah untuk mencari di situ karena pasti terdeteksi. Makanya untuk mengamankan mereka biasanya melalui lubang-lubang angin," ujarnya.

Persoalannya, ketika telepon seluler sudah berada di luar blok, petugas kesulitan memastikan siapa pemiliknya. Yan mengatakan, barang yang ditemukan langsung di dalam kamar akan lebih mudah ditindaklanjuti melalui pemeriksaan dan berita acara pemeriksaan (BAP).

"Ketika dibuang, kita tidak bisa mendeteksi itu punya siapa. Karena kalau ketahuan dalam kamar akan ada tindak lanjut dan di-BAP serta dicatat," katanya.

Selain tujuh telepon seluler, petugas menemukan sejumlah barang lain, di antaranya pisau cutter dan korek api. Barang-barang tersebut diamankan karena penggunaannya di dalam lapas dibatasi. Khusus korek api, pengawasan dilakukan untuk mencegah potensi gangguan keamanan, meskipun terdapat warga binaan yang merokok.

K9 Ikut Sisir Lapas

Kepala Seksi Intelijen BNNP Kaltim AKP Dwi Wibowo Laksono mengatakan, BNNP Kaltim ikut memastikan pemeriksaan dilakukan tidak hanya terhadap lokasi, tetapi juga warga binaan dan petugas. BNNP bahkan mengerahkan anjing pelacak atau K9 untuk membantu menyisir lokasi.

"Kami menyaksikan sendiri secara detail. Bukan hanya pemeriksaan tempat, tetapi orangnya pun tes urine," ujar Dwi. Menurut Dwi, penggunaan K9 diperlukan untuk membantu petugas menemukan barang yang mungkin disembunyikan di lokasi tertentu.

"Manusia bisa salah. Makanya butuh K9 untuk periksa semua tempat," katanya. Dalam razia tersebut, kata Dwi, Kepala Kanwil Ditjenpas Kaltim juga ikut masuk dan memeriksa kamar-kamar hunian. Dwi mengatakan, hasil tes urine yang negatif terhadap 50 warga binaan dan sejumlah petugas menjadi bagian penting dari pemeriksaan malam itu.

Ia berharap pengawasan di Lapas Narkotika Bayur terus diperkuat karena lapas tersebut menampung warga binaan kasus narkotika dari berbagai daerah di Kalimantan Timur. "Lapas Bayur ini lapas narkotika se-Kaltim. Tangkapan Polda dan Polres ke sini," ujar Dwi. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
BNNP Kaltim