SAMARINDA — Harapan masyarakat Samarinda untuk melihat Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) terang benderang dipastikan harus tertunda lebih lama. Meski sempat ditinjau langsung dan dijanjikan penanganannya oleh Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud pada Juli lalu, jalur pendekat jembatan tersebut hingga kini masih diselimuti kegelapan saat malam hari.
Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kaltim mengonfirmasi bahwa pengadaan penerangan jalan umum (PJU) di sisi kiri dan kanan jalur pendekat belum bisa direalisasikan tahun ini. Alasan utamanya: efisiensi anggaran.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kaltim, Muhran, mengungkapkan bahwa memMemasuki akhir tahun, alokasi dana untuk proyek PJU tersebut terkena pemangkasan.
“Untuk sekarang memang belum tersedia anggarannya, karena ada efisiensi anggaran ini,” terang Muhran.
Akibatnya, para pengguna jalan yang melintas pada malam hari terpaksa hanya mengandalkan lampu penerangan bertenaga surya yang terpasang di area bentang tengah jembatan. Sementara itu, akses jalur pendekat yang rawan dan berisiko terhadap keselamatan lalu lintas masih dibiarkan minim pencahayaan.
PUPR Kaltim berjanji baru akan mengajukan kembali usulan anggaran PJU Jembatan Mahulu pada tahun anggaran berikutnya.
“Mudah-mudahan di anggaran tahun 2027 bisa kami usulkan dan pemasangan PJU di Jembatan Mahulu segera terpasang,” tambah Muhran. Dengan kepastian ini, warga yang menggantungkan akses harian pada Jembatan Mahulu harus ekstra waspada dan bersabar setidaknya hingga tahun depan agar jalur tersebut benar-benar aman dan terang. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co