SAMARINDA – Penampilan kontingen kafilah asal Kalimantan Timur (Kaltim) sukses mencuri perhatian dalam perhelatan nasional, Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) XXXI Semarang, Jawa Tengah. Rekaan busana yang mereka kenakan mampu memikat pasang mata berkat perpaduan unik antara kesan mewah nan anggun, tanpa menghilangkan sentuhan kesederhanaan.
Kunci daya tarik pakaian resmi kafilah Kaltim ini terletak pada pemilihan motifnya yang sarat akan identitas daerah. Balutan busana bermotif batik khas Dayak dihiasi garis-garis ukiran khas Bumi Etam yang tegas namun tetap lembut. Perpaduan warna-warna berani seperti perpaduan hijau-ungu, biru-kuning, hingga nuansa keemasan, dipadukan secara harmonis dengan potong seragam yang rapi dan elegan.
"Memang baju kafilah Kaltim ini banyak yang nanya, belinya dimana. Banyak loh yang mau beli," kata Etty Santi, Sekretaris LPTQ Kaltim. Daya pikat busana ini tidak hanya terpancar saat peserta berada di arena lomba, tetapi juga terlihat begitu menonjol sewaktu mereka beraktivitas dan mengabadikan momen di area penginapan hingga panggung utama. Desain jilbab dan gaun bagi peserta wanita yang menjuntai rapi serta kemeja batik khas bagi peserta pria memberikan impresi yang sangat berkelas.
Sejumlah kafilah dari daerah lain bahkan tak segan memberikan pujian atas konsep pakaian Kaltim. Kesannya dinilai sangat berkarakter, menunjukkan kemewahan budaya lokal Indonesia Timur tanpa terasa berlebihan.
Lewat balutan busana ini, kafilah Kaltim tidak sekadar bertanding membawa nama daerah di panggung ajang keagamaan nasional, melainkan turut menjadi duta budaya yang berhasil mempromosikan keindahan seni motif batik Dayak ke mata nusantara. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co