Andi Harun Pilih Mobil Pribadi dan Tutup Pintu Pengadaan Kendaraan Dinas Baru

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 08:09 WIB
Andi Harun
Andi Harun

SAMARINDA – Polemik sewa mobil mewah jenis Land Rover Defender sebagai kendaraan dinas Wali Kota Samarinda resmi berakhir. Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda berhasil menarik kembali dana sekitar Rp 4,4 miliar dari total pembayaran sewa sebesar Rp 5,3 miliar untuk dikembalikan ke kas daerah dan rekening pajak, setelah dilakukan evaluasi serta perhitungan ulang terhadap kewajaran biaya sewa.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan langkah korektif ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab publik. Dari hasil evaluasi ketat tersebut, penyedia kendaraan menyerahkan kembali dana Rp 4,4 miliar, sementara sisanya sekitar Rp 900 juta dialokasikan sebagai hak penyedia sesuai dengan ketentuan regulasi yang berlaku.

Langkah ini juga diselesaikan melalui koordinasi intensif bersama sejumlah lembaga pengawas, seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri, dan Kejaksaan Negeri Samarinda. Laporan akhir penyelesaian pun dipastikan akan disampaikan secara resmi kepada lembaga-lembaga tersebut.

“Kami mengakui ada kesalahan dan yang terpenting berani melakukan koreksi setelah kesalahan itu terjadi,” tegas Andi Harun pada Senin (21/9) malam.

Pasca-koreksi anggaran ini, Andi Harun memastikan Pemkot Samarinda menutup rapat opsi pengadaan kendaraan dinas baru, baik melalui mekanisme sewa maupun pembelian langsung. Ia memilih untuk memaksimalkan kendaraan operasional yang sudah ada atau menggunakan kendaraan miliknya sendiri guna menunjang mobilitas sehari-hari.

Saat ini, Pemkot Samarinda masih memiliki aset kendaraan operasional berupa sedan Toyota Camry peninggalan mantan Wali Kota Syaharie Ja’ang serta satu unit kendaraan double cabin untuk meninjau lapangan. Jika membutuhkan armada tambahan, Andi Harun menyatakan siap memanfaatkan kendaraan pribadi hingga unit kendaraan dari perusahaan keluarganya.

Keputusan tersebut diambil guna menjaga efisiensi anggaran daerah sekaligus menghindari potensi polemik baru di tengah masyarakat. Langkah ini dinilai sebagai solusi paling tepat agar fokus pelayanan publik Pemkot Samarinda dapat terus berjalan tanpa beban persoalan fasilitas dinas.

“Walaupun tidak mewah, kalau kita beli mobil baru lagi, tetap akan menjadi bahan. Lebih baik kami manfaatkan mobil pribadi atau dari perusahaan anak-anak. Jauh lebih elegan itu dan kita juga enak memakainya,” tutupnya. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
andi harun