PROKAL.CO- Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda terus mematangkan skema operasional bus modern berbasis Buy The Service (BTS) agar benar-benar memberikan kepastian bagi masyarakat. Salah satu langkah krusial yang tengah disiapkan adalah menjalin koordinasi dengan Pertamina untuk mengamankan alokasi kuota khusus bahan bakar minyak (BBM).
Dishub berencana menunjuk satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) khusus sebagai pusat pengisian armada bus BTS. Langkah antisipatif ini diambil agar proses pengisian BBM berjalan lancar dan tidak memicu antrean yang berpotensi merusak jadwal perjalanan bus di lapangan.
Kepala Dishub Samarinda, HMT Manalu, menegaskan pentingnya konsistensi layanan demi membangun kepercayaan publik terhadap transportasi massal. Layanan ini dirancang untuk beroperasi mulai pukul 06.00 hingga 21.00 WITA pada hari biasa. Jam operasional pagi sengaja dipilih agar bus bisa menjadi andalan para pelajar yang berangkat sekolah sekaligus masyarakat umum yang hendak beraktivitas.
Khusus pada akhir pekan seperti hari Jumat, Sabtu, dan Minggu, waktu operasional berpeluang diperpanjang hingga pukul 22.00 atau 23.00 WITA. Perpanjangan durasi ini disesuaikan dengan rute-rute strategis yang melintasi pusat keramaian dan pusat aktivitas masyarakat di malam hari.
Mengenai mekanisme tarif, Dishub Samarinda saat ini sedang memfinalisasi aturan pembayaran. Mengingat layanan ini mendapatkan sokongan dana dari APBN, seluruh pendapatan yang masuk nantinya akan disetorkan sesuai dengan ketentuan penerimaan negara yang berlaku.
Meskipun besaran pasti ongkosnya masih disiapkan, skema pembayaran dibuat sangat memudahkan pengguna. Penumpang nantinya cukup membayar satu kali untuk perjalanan yang terintegrasi, meskipun harus berpindah rute atau melintasi beberapa titik transit, dengan patokan harga yang dipastikan sangat terjangkau bagi semua kalangan. (adv/diskominfosmd/i)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co