Anak Tiga Tahun Jatuh dari Lantai 5 Hotel di Jalan Pahlawan, Ini Kata Polisi

Muhamad Yamin • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 12:53 WIB
Lokasi kejadian dipasang garis polisi.
Lokasi kejadian dipasang garis polisi.

PROKAL.CO, SAMARINDA – Seorang anak berusia tiga tahun dilaporkan jatuh dari lantai lima Hotel Mesra Internasional, Samarinda, Kalimantan Timur, pada Rabu (14/10/2026). Insiden tersebut kini dalam penyelidikan Polsek Samarinda Ulu.

Kanit Reskrim Polsek Samarinda Ulu Ipda Erry Irawan membenarkan peristiwa tersebut. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama tim Inafis dari Polresta Samarinda untuk mengumpulkan bukti dan mendalami kronologi kejadian.

“Benar bahwa pada hari Rabu, tanggal 14 Oktober 2026, telah terjadi kecelakaan yang mana ada anak yang jatuh dari lantai lima Hotel Mesra,” ujarnya. 

Dia mengatakan, hingga saat ini polisi masih melakukan penyelidikan. Pihaknya juga belum dapat menyampaikan keterangan lebih lanjut karena proses pendalaman masih berlangsung.

Berdasarkan keterangan awal yang diterima polisi, orang tua korban sedang berada di restoran hotel untuk melaksanakan sarapan pagi ketika kejadian berlangsung.

“Orang tua yang bersangkutan pada saat itu ada di restoran sedang melakukan atau melaksanakan sarapan pagi,” katanya.

Polisi menduga anak tersebut berada sendirian saat insiden terjadi. Namun, dugaan itu masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.

“Untuk keberadaan anaknya masih kami dalami. Sementara orang tua masih di rumah sakit, kemungkinan nanti setelah dari rumah sakit baru kami minta keterangan lebih lanjut kepada orang tua,” ujarnya.

Sementara itu, Manajer Hotel Mesra, Saparudin, mengaku baru mengetahui insiden tersebut sekitar pukul 09.30 WITA. Dia mengatakan, saat itu dirinya tengah bersiap menghadiri undangan ketika mendengar teriakan yang mengindikasikan adanya kejadian di hotel. “Saya baru tahunya tadi setengah sepuluh kayaknya. Tahunya ada yang teriak-teriak, ada kejadian,” ujar Saparudin.

Saparudin menyebut korban merupakan tamu hotel. Namun, dia mengaku belum memperoleh informasi terperinci mengenai sejak kapan korban bersama keluarganya menginap maupun asal mereka. Menurut dia, pihak hotel belum dapat memastikan penyebab insiden tersebut karena masih menunggu informasi lebih lanjut.

Terkait aspek keselamatan, Saparudin menjelaskan bahwa di sejumlah pagar dan area pintu akses keluar terdapat tulisan peringatan. Dia juga menyebut pintu akses tersebut semestinya dalam keadaan tertutup dan dilengkapi mekanisme pengunci.

“Harusnya terkunci. Artinya, kalaupun langsung buka, dia langsung mengunci, tidak bisa terbuka, kecuali kalau orang dalam membuka,” jelasnya.  Meski demikian, manajemen hotel belum dapat memastikan bagaimana insiden tersebut bisa terjadi, termasuk kondisi pintu akses saat kejadian berlangsung.

Saparudin mengatakan pihaknya akan melakukan evaluasi untuk mengetahui kemungkinan kekurangan dalam aspek keselamatan dan mencegah kejadian serupa terulang.  “Nanti kita lihat dulu apa kekurangannya. Kita belum tahu kejadiannya karena apa, karena belum dapat informasi. Iya, nanti kita evaluasi,” tuturnya. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
samarinda