SAMARINDA – Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh dirugikan akibat dampak pembangunan hotel bintang empat Courtyard by Marriott yang dikembangkan PT KSA Realty Indonesia di Jalan KH Samanhudi, Samarinda.
Untuk itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda telah menurunkan tim ke lapangan untuk menginventarisasi dampak yang dialami warga. Andi Harun mengatakan, tim yang dibentuk Pemkot Samarinda saat ini tengah melakukan pendataan guna mengetahui kondisi dan kerugian yang dialami masyarakat terdampak.
Hasil inventarisasi tersebut nantinya menjadi dasar untuk menindaklanjuti persoalan yang muncul akibat pembangunan hotel tersebut. “Intinya masyarakat tidak boleh dirugikan. Masyarakat yang terdampak kerusakan bangunan, pihak pengusaha atau pemilik hotel wajib melakukan perbaikan, melakukan restorasi, pemulihan terhadap kerugian yang dialami oleh masyarakat,” Ungkapnya, Rabu (14/10/2026).
Menurut Andi Harun, tanggung jawab terhadap warga yang mengalami kerusakan bangunan harus menjadi perhatian serius pihak pengembang. Pemulihan kerugian masyarakat dinilai penting agar pembangunan yang berjalan tidak mengabaikan hak-hak warga di sekitar lokasi proyek.
Meski demikian, dirinya mengingatkan bahwa pembangunan dan investasi juga memiliki peran penting dalam menggerakkan roda perekonomian daerah. Sebagai kota jasa dan perdagangan, Samarinda membutuhkan iklim investasi yang kondusif agar pertumbuhan ekonomi terus berjalan.
“Kita harus seimbang. Memberikan perlindungan kepada masyarakat, tapi di satu sisi juga memberikan kesempatan kepada investor atau pengusaha dunia usaha untuk memberi kontribusi pada perekonomian daerah,” Ujar Andi Harun.
Andi Harun menekankan, perlindungan terhadap masyarakat dan keberlanjutan investasi bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan. Pemerintah, kata dia, harus memastikan kegiatan usaha dapat memberikan manfaat bagi perekonomian tanpa mengabaikan dampak yang dirasakan warga.
Ia juga memastikan dirinya akan terus mengikuti perkembangan persoalan tersebut. Tim yang telah diterjunkan saat ini masih melakukan inventarisasi di lapangan, dan proses pendataan diharapkan segera rampung.
“Insyaallah, saya akan terus ikuti perkembangan itu. Kepada masyarakat, saya telah turunkan tim, sekarang sedang diinventarisasi, insyaallah akan selesai,” Tutup Andi Harun. (ADV)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co