Andi Harun Dorong BPU Perguruan Tinggi Jadi Mesin Pertumbuhan dan Inovasi

Indra Zakaria • Dipublikasikan Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:57 WIB
Andi Harun
Andi Harun

SAMARINDA – Wali Kota Samarinda, Andi Harun, mendorong Badan Pengelola Usaha (BPU) perguruan tinggi di Indonesia untuk memperkuat tata kelola, mengembangkan inovasi, serta mengoptimalkan aset kampus agar mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi dan mendukung keberlanjutan pendidikan.

Hal tersebut disampaikan Andi Harun saat menjadi keynote speaker dalam acara bertajuk “Memperkuat Sinergi dan Kolaborasi BPU untuk Mewujudkan Tata Kelola Usaha Perguruan Tinggi yang Profesional, Inovatif, dan Berkelanjutan” yang digelar di Gedung Theater Universitas Mulawarman (Unmul), Samarinda, Kamis (15/10/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Andi Harun berbagi pandangan dan berdiskusi dengan para pengelola BPU perguruan tinggi dari berbagai daerah di Indonesia mengenai strategi membangun unit usaha kampus yang profesional, produktif, dan berkelanjutan.  “Saya membawa materi dan mendiskusikan banyak hal tentang bagaimana BPU perguruan tinggi bisa menjadi mesin pertumbuhan sekaligus mesin inovasi, baik untuk kepentingan usaha BPU itu sendiri maupun memberikan manfaat kepada masyarakat,” ujar Andi Harun.

Andi Harun juga menjelaskan besarnya potensi aset yang dimiliki Universitas Mulawarman maupun perguruan tinggi lainnya. Menurutnya, sejumlah aset kampus memiliki nilai ekonomi tinggi, tetapi masih membutuhkan perencanaan dan pengelolaan yang lebih optimal agar dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.

Ia menilai, pengembangan aset tidak cukup hanya mengandalkan kepemilikan sumber daya. Diperlukan perencanaan matang, dukungan permodalan, proyeksi bisnis yang realistis, serta desain pengelolaan yang mampu menjamin produktivitas aset dalam jangka panjang.  “Unmul itu memiliki banyak aset yang bernilai tinggi. Aset-aset tersebut sesungguhnya memiliki potensi besar, tetapi belum semuanya dikembangkan secara optimal. Karena itu, setiap BPU, termasuk BPU Unmul, harus memiliki grand design untuk menjadikan aset-aset yang dimiliki perguruan tinggi lebih produktif,” jelasnya.

Lebih lanjut, Andi Harun menjelaskan bahwa penguatan BPU menjadi semakin penting di tengah kebutuhan perguruan tinggi untuk membangun sumber pendanaan yang lebih beragam.
Menurutnya, perguruan tinggi ke depan tidak dapat sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah. Karena itu, BPU diharapkan mampu menjadi salah satu penggerak kemandirian finansial kampus sekaligus mendukung keberlanjutan penyelenggaraan pendidikan. Gagasan pembentukan BPU, lanjutnya, perlu diikuti dengan pembenahan menyeluruh, terutama dalam aspek tata kelola, bentuk kelembagaan, dan pengembangan model bisnis.

“Sekarang ini masih banyak hal yang perlu kita benahi, mulai dari tata kelolanya, bentuk kelembagaannya, hingga model bisnisnya. Semua membutuhkan upaya perbaikan, meskipun saat ini sudah banyak hal yang berjalan secara positif,” ungkapnya.

Selain pembenahan sistem, ia menekankan pentingnya inovasi dari seluruh unsur pengelola BPU, mulai dari pimpinan hingga operator di lapangan. Inovasi dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan peluang usaha baru, meningkatkan produktivitas aset, serta memperluas manfaat ekonomi bagi kampus dan masyarakat.

Andi Harun menyambut baik forum yang mempertemukan para pengelola BPU perguruan tinggi dari berbagai wilayah di Indonesia tersebut.  “BPU mejadi Ruang berbagi pengalaman dan bertukar gagasan dapat memperkuat kolaborasi dalam menghadapi tantangan pengelolaan usaha di lingkungan pendidikan tinggi," ucapnya  Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Universitas Mulawarman atas kesempatan yang diberikan untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman bersama para pengelola BPU.

“Melalui forum tersebut, penguatan sinergi antarperguruan tinggi diharapkan dapat mendorong lahirnya strategi pengelolaan usaha yang lebih adaptif, inovatif, dan berorientasi pada keberlanjutan.,”pungkasnya. (adv/diskominfo/smd)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
andi harun