Dinkes Samarinda Tegaskan Bayi di Palaran Meninggal Bukan karena Karhutla

Muhamad Yamin • Dipublikasikan Sabtu, 17 Oktober 2026 | 16:13 WIB
Kepala Dinkes Samarinda dr Ismed Kusasih
Kepala Dinkes Samarinda dr Ismed Kusasih

PROKAL.CO, SAMARINDA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda menegaskan kematian seorang bayi berusia satu tahun di Kecamatan Palaran, Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) pada Kamis (15/10/2026), tidak disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Klarifikasi tersebut disampaikan Kepala Dinkes Samarinda, Ismed Kusasih menyusul kabar meninggalnya bayi tersebut yang ramai beredar di media sosial (Medsos).  Bayi itu sebelumnya dilaporkan mengalami sesak napas hingga harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Kabar duka tersebut menjadi perhatian masyarakat karena terjadi saat kabut asap akibat karhutla menyelimuti kawasan tempat tinggal korban. Menanggapi berbagai permintaan konfirmasi, Ismed mengatakan pihaknya telah melakukan penelusuran dan surveilans untuk memastikan informasi mengenai penyebab kematian bayi tersebut.

“Dinas Kesehatan telah melakukan penelusuran dan surveilans terkait hal tersebut. Penyebab kematian balita tersebut bukan karena karhutla,” kata Ismed kepada awak media, Sabtu (17/10/2026). Ia menjelaskan, penentuan penyebab kematian pasien dalam perspektif medis mengacu pada diagnosis terakhir dokter yang merawat pasien sebelum meninggal dunia.

"Perlu disampaikan mengacu pada Ilmu kedokteran atau ilmu kesehatan yang dimaksud penyebab kematian itu adalah berdasarkan diagnosa terakhir dokter yang merawat," ucapnya. Atas dasar itu, Dinkes Samarinda menelusuri informasi ke rumah sakit tempat bayi tersebut terakhir mendapatkan perawatan. “Diagnosis dari dokter yang terakhir merawat tidak disebutkan bahwa yang bersangkutan meninggal karena karhutla,” imbuhnya. (adv/diskominfo/smd)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
samarinda