Samarinda Benahi Drainase di 20 Titik, Penanganan Banjir Perlu Terintegrasi

Muhamad Yamin • Dipublikasikan Minggu, 18 Oktober 2026 | 18:45 WIB
Drainase di Jl Slamet Riyadi Karang Asam Samarinda
Drainase di Jl Slamet Riyadi Karang Asam Samarinda

PROKAL.CO, SAMARINDA — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Samarinda, Kalimantan Timur, menargetkan normalisasi dan pembenahan drainase di sekitar 20 titik selesai pada akhir 2026. Pekerjaan ini diharapkan meningkatkan kapasitas saluran air dan mengurangi risiko banjir serta genangan saat musim hujan. Namun, penanganan banjir dinilai perlu dilakukan secara terintegrasi karena pembenahan saluran di satu lokasi belum tentu menyelesaikan persoalan di kawasan lain.

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Samarinda Darmadi mengatakan, pekerjaan normalisasi dan pembenahan drainase tersebar di sejumlah kawasan, antara lain Jalan PM Noor, Jalan Wahab Syahranie, Jalan Juanda, Jalan Antasari, Jalan Untung Suropati, Jalan Cermai, Jalan Merdeka, Jalan Sentosa II, Palaran, dan Sambutan.

”Kalau tahun ini, titiknya ada sekitar 20 lokasi. Targetnya selesai tahun ini, paling lambat akhir tahun,” kata Darmadi.  Menurut Darmadi, penyelesaian setiap pekerjaan mengikuti masa kontrak proyek. Sejumlah pekerjaan ditargetkan rampung lebih awal, sedangkan proyek lainnya dijadwalkan selesai pada Desember 2026. Meski pembenahan drainase terus dilakukan, Darmadi menegaskan bahwa pengendalian banjir tidak cukup hanya dengan memperbaiki saluran di satu ruas jalan. Penanganan harus mempertimbangkan keterhubungan antarsaluran dalam satu sistem agar aliran air dapat bergerak dengan lancar.

Ia mencontohkan kawasan Jalan Juanda yang masih memiliki ruas drainase belum tersambung atau belum seluruhnya tertangani. Kondisi serupa juga ditemukan pada sejumlah saluran lama yang membutuhkan rekonstruksi dan penyesuaian dimensi.  ”Kalau kita bicara pengendalian banjir, kita bicara sistem. Di Juanda juga belum semuanya tertangani. Ada saluran yang belum tersambung, sementara saluran lama seperti di Jalan Pemuda sudah saatnya direkonstruksi dan disesuaikan dimensinya,” ujarnya.

Selain pembenahan drainase, sejumlah kawasan yang masih mengalami genangan menjadi perhatian DPUPR Samarinda. Wilayah tersebut antara lain Damanhuri, Pasundan, serta beberapa lokasi di Samarinda Utara, termasuk Kebun Agung dan Gunung Kapur.  Darmadi mengatakan, genangan di beberapa kawasan kini dapat surut dalam waktu lebih singkat dibandingkan sebelumnya. Namun, kondisi tersebut belum menunjukkan bahwa persoalan banjir telah sepenuhnya teratasi.

Di kawasan Pasundan, DPUPR melakukan pembenahan pada bagian muara di sekitar Cermai. Pekerjaan itu diharapkan memperlancar aliran air sehingga genangan dapat berkurang ketika hujan turun. Adapun sejumlah kawasan di Samarinda Utara masih memerlukan penanganan lebih lanjut. Genangan yang terjadi di wilayah tersebut menjadi salah satu persoalan yang perlu ditangani secara bertahap.

Untuk mengantisipasi musim hujan, Bidang Sumber Daya Air DPUPR Samarinda juga melaksanakan normalisasi saluran melalui unit pelaksana teknis daerah (UPTD). Kegiatan ini dilakukan secara berkelanjutan dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan saluran di lapangan.

Petugas membersihkan saluran yang tersumbat. Apabila ditemukan endapan lumpur dalam jumlah besar atau kondisi saluran membutuhkan penanganan khusus, DPUPR dapat mengerahkan alat berat, termasuk ekskavator.  DPUPR juga berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan yang melaksanakan kegiatan pembersihan saluran. Dukungan diberikan sesuai kebutuhan, baik berupa personel maupun armada untuk mengangkut lumpur dan material hasil pembersihan.

Di sisi lain, Darmadi mengingatkan masyarakat agar turut menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke saluran drainase.  Menurut dia, sampah rumah tangga masih banyak ditemukan saat petugas membersihkan saluran. Sampah yang menumpuk dapat menghambat aliran air dan meningkatkan risiko genangan ketika hujan turun.

”Kalau membuang sampah sembarangan, saat hujan sampah itu bisa masuk ke saluran dan menyebabkan sumbatan. Selama ini, ketika kita membersihkan drainase, sampah yang ditemukan luar biasa banyak, terutama sampah rumah tangga,” kata Darmadi.

DPUPR Samarinda berharap normalisasi dan pembenahan drainase yang dilakukan secara bertahap dapat membantu mengurangi risiko banjir. Upaya tersebut perlu diiringi penanganan saluran secara menyeluruh serta keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan drainase dan lingkungan. (adv/diskominfo/smd)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
samarinda